SINTANG | Pojokkalbar.com-
Kepala Desa Nanga Tibidah Efendi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sintang dan seluruh pihak yang telah memperjuangkan peningkatan layanan listrik PLN menjadi 24 jam di wilayah Kayan Hulu, khususnya Silat.
Ia mengatakan, layanan listrik yang sebelumnya hanya menyala mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB kini menjadi harapan baru bagi masyarakat. Peresmian layanan tersebut oleh Bupati Sintang bersama rombongan disambut gembira oleh warga.
“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih karena listrik di wilayah kami sekarang sudah menyala 24 jam. Ini memang sangat diharapkan masyarakat. Kami sangat berbahagia karena akhirnya layanan listrik 24 jam bisa diresmikan,” ujarnya. Pada Pojokkalbar.com, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, perubahan tersebut memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Pelaku usaha kecil hingga bengkel kini dapat menjalankan aktivitas dengan lebih mudah tanpa terlalu bergantung pada mesin berbahan bakar bensin.
“Dampak ekonominya luar biasa. Ibu-ibu yang memiliki usaha bisa lebih terbantu. Begitu juga bengkel, sekarang sudah bisa menggunakan listrik untuk menjalankan kompresor dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat pemadaman singkat selama lima hingga sepuluh menit. Untuk sementara, pada pukul 16.00 hingga 21.00 WIB, masyarakat masih menggunakan mesin pembangkit setempat sembari menunggu penyesuaian dari pihak PLN agar pasokan listrik dapat beroperasi secara normal.
Ia berharap layanan listrik 24 jam tersebut dapat terus berjalan lancar dan tidak lagi mengalami kendala berarti.
Selain itu, ia juga menyampaikan usulan kepada anggota DPR RI, Gulam Sarun, agar dibangun gardu listrik khusus untuk wilayah Kayan Hulu, terutama kawasan Silat. Keberadaan gardu tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik dan mengurangi risiko pemadaman.
“Kami berharap ada gardu khusus untuk wilayah kami agar tidak terdampak pemadaman. Usulan ini sudah kami sampaikan dan mudah-mudahan bisa terwujud demi masyarakat Kayan Hulu, khususnya wilayah Silat dan sekitarnya,” tutupnya.
Tanggapan Warga Dusun Landau Bara, Irwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sintang atas terealisasinya layanan listrik PLN selama 24 jam di wilayah mereka.
Menurut Irwan, kehadiran listrik selama 24 jam menjadi perubahan besar bagi masyarakat Desa Landau Bara, Nanga Tibidah, dan Entogong. Sebelumnya, masyarakat hanya menikmati listrik pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
“Sudah puluhan tahun kami mengalami kondisi seperti itu. Listrik hanya hidup sekitar pukul 16.00 WIB sore dan mati lagi pukul 17.00 WIB. Jadi, aktivitas masyarakat sangat terbatas,” ungkap Irwan.
Ia mengaku tidak menyangka program peningkatan layanan listrik tersebut dapat terealisasi dalam waktu relatif cepat. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan pihak PLN atas upaya menghadirkan listrik yang dapat dinikmati masyarakat sepanjang hari.
“Dengan bangga hati, kami sebenarnya tidak menyangka program ini bisa secepat itu terealisasi. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten dan PLN,” katanya.
Irwan menilai, beroperasinya listrik selama 24 jam memberikan dampak positif terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat. Berbagai pekerjaan kini dapat dilakukan dengan lebih mudah, termasuk kegiatan rumah tangga dan usaha bengkel.
“Dampaknya jelas sekali. Otomatis pekerjaan masyarakat menjadi lebih mudah. Ibu-ibu juga lebih terbantu untuk urusan memasak, sementara teman-teman yang bekerja di bengkel tidak perlu lagi menghidupkan mesin hanya untuk menyediakan listrik. Sekarang tinggal menggunakan listrik PLN,” jelasnya.
Ia berharap layanan listrik 24 jam tersebut dapat terus berjalan sehingga masyarakat di wilayahnya bisa menikmati manfaatnya secara berkelanjutan.(red)



