SINTANG | PojokKalbar.com – Universitas Kapuas (UNKA) Sintang mewisuda sebanyak 455 mahasiswa Angkatan XXIII dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Kapuas di Indoor Apang Semangai, Kompleks Stadion Baning Sintang, Sabtu (24/10/2026) pagi.
Jumlah lulusan tersebut menjadi yang terbanyak selama enam tahun kepemimpinan Rektor UNKA, Antonius. Momentum ini sekaligus menunjukkan kontribusi UNKA dalam menyiapkan sumber daya manusia berpendidikan sarjana bagi Kabupaten Sintang dan sekitarnya.
Wisuda tersebut dihadiri Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, Pembina Yayasan Melati Sintang Milton Crosby, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para orang tua dan keluarga wisudawan.
Sebanyak 455 lulusan berasal dari tujuh program studi, yakni Ilmu Administrasi Publik sebanyak 166 orang, Ilmu Administrasi Bisnis 108 orang, Ilmu Hukum 86 orang, Agroteknologi 60 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 13 orang, Pendidikan Biologi 12 orang, dan Kehutanan 10 orang.
Rektor UNKA, Antonius, mengatakan jumlah lulusan pada wisuda kali ini merupakan yang terbanyak selama enam tahun masa kepemimpinannya.
“Dalam enam tahun kepemimpinan saya, ini adalah wisudawan terbanyak yang lulus dari UNKA. Ini memang efek pada tahun 2022 saat mereka masuk, ketika Covid-19. Secara proses akademiknya normal, sudah sesuai prosedur,” papar Antonius.
Ia menjelaskan, capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi pihak universitas. Terlebih, sebagian mahasiswa telah mendapatkan kesempatan bekerja bahkan sebelum resmi menyelesaikan seluruh proses administrasi kelulusan.
Menurut Antonius, informasi mengenai mahasiswa yang telah diterima bekerja disampaikan saat pelaksanaan yudisium di empat fakultas.
Sebagian mahasiswa dinilai mampu menunjukkan kemampuan selama menjalani program magang sehingga mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan tempat mereka magang.
Selain itu, terdapat mahasiswa yang mengikuti program campus hiring atau rekrutmen tenaga kerja di lingkungan kampus dan berkesempatan diterima bekerja di perusahaan.
“Ada yang sudah diterima karena waktu mereka magang itu dianggap bisa bekerja. Lalu ada yang kemarin ikut campus hiring dan berkesempatan menjadi tenaga kerja di perusahaan, sehingga begitu selesai wisuda ini tinggal mengurus ijazah untuk kelengkapan lamaran kerjanya. Hal ini sungguh membanggakan untuk kita,” tambah Antonius.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha dapat membuka peluang bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja.
Meski demikian, tantangan bagi para sarjana tidak berhenti setelah memperoleh gelar akademik. Mereka tetap dituntut mengembangkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan kerja.
Ketua Yayasan: 455 Sarjana Harus Berkontribusi bagi Daerah
Senada dengan Rektor UNKA, Ketua Yayasan Melati Sintang, Kusnidar, menyampaikan bahwa 455 lulusan tersebut merupakan sumber daya manusia yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata setelah kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan meluluskan ratusan sarjana dalam satu periode wisuda menjadi kebanggaan sekaligus membawa harapan agar keberadaan Universitas Kapuas semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Sintang dan wilayah sekitarnya.
Ia berharap para lulusan tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi juga mampu menghadirkan pemikiran kritis, gagasan, dan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan di daerah masing-masing.
“Tentu saja 455 sarjana di tahun ini diharapkan bisa menjadi pemikir-pemikir yang andal di daerahnya masing-masing dan berkontribusi bagi kampung halamannya masing-masing, minimal sumbangsih pikiran kritis untuk pembangunan yang lebih baik,” kata Kusnidar.
Ia juga mengapresiasi peran para dosen dan tenaga kependidikan yang telah bekerja keras mendampingi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan di Universitas Kapuas.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan tinggi, mulai dari proses pengajaran hingga pelayanan akademik.
“Mampu meluluskan sarjana sebanyak ini juga merupakan andil peran penting dari para dosen dan tenaga kependidikan yang mengelola proses belajar,” ujarnya.
Kusnidar berharap UNKA terus mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang berkontribusi terhadap capaian publikasi dan kinerja akademik universitas melalui skor SINTA, yakni Marzuki, Aida, Hendra Setiawan, Rachmi Afriani, dan Antonius.
Selain itu, pihak yayasan menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI, Pemerintah Kabupaten Sintang, serta para orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada UNKA.
Sarjana Harus Mampu Menjadi Pemecah Masalah
Dalam pesannya kepada para wisudawan dan wisudawati, Kusnidar mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.
Ia berharap setiap lulusan mampu mengoptimalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk menghasilkan pemikiran, karya, inovasi, dan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, para sarjana harus mampu mengubah teori yang dipelajari di bangku kuliah menjadi tindakan nyata yang membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
Kusnidar menekankan bahwa gelar akademik perlu diimbangi dengan keterampilan nonteknis atau soft skill, seperti kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, bekerja sama, serta memecahkan masalah.
Selain itu, lulusan juga perlu terus mengembangkan keterampilan tambahan agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah karakter penting yang perlu dimiliki sarjana agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pertama, memiliki kemampuan sebagai pemecah masalah atau problem solver, yakni mampu mengenali persoalan di lingkungan sekitar dan berupaya menemukan jalan keluarnya.
Kedua, memiliki pola pikir bertumbuh atau growth mindset, dengan kemauan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi maupun perubahan global.
Ketiga, menjunjung tinggi integritas dan empati, sehingga ilmu yang dimiliki digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dan bukan untuk kepentingan yang merugikan orang lain.
Keempat, mampu bekerja secara kolaboratif dengan berbagai pihak dan lintas disiplin ilmu serta membangun jejaring yang produktif.
“Gelar sarjana belum cukup. Persaingan saat ini menuntut keseimbangan antara ijazah dan soft skill, di antaranya komunikasi, adaptasi, dan kemampuan memecahkan masalah, bukan menambah masalah,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Ketua Yayasan Melati Sintang.
Ia berharap para lulusan UNKA mampu menjadi sarjana yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga membawa perubahan nyata di lingkungan tempat mereka bekerja dan mengabdi.
UNKA Telah Meluluskan 7.676 Alumni
Dalam sambutannya, Kusnidar juga menyebut Universitas Kapuas telah melahirkan sebanyak 7.676 alumni melalui tujuh program studi yang dimiliki.
Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan kontribusi UNKA dalam menyediakan sumber daya manusia berpendidikan sarjana bagi daerah.
Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk terus bersinergi meningkatkan kinerja perguruan tinggi, baik dalam bidang pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Kusnidar juga mendorong para lulusan yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi agar tidak menunda peluang tersebut.
“Bagi para sarjana strata satu yang memiliki peluang untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya, sebaiknya tidak menunda. Raih peluang itu mumpung masih muda, energik, semangat belajar masih tinggi, dan dukungan orang tua atau keluarga masih optimal,” pesannya.
Menutup sambutannya, ia berharap para wisudawan dan wisudawati mampu menjaga nama baik almamater serta mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat.
Dengan bertambahnya 455 sarjana baru, Universitas Kapuas diharapkan terus memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sintang dan daerah sekitarnya.(red)



