Damkar Sintang Ungkap Kendala Padamkan Karhutla, Sumber Air dan Selang Jadi Masalah

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-
Kemarau yang melanda Kabupaten Sintang dalam sekitar dua pekan terakhir membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meningkat.


Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sintang pun terus terlibat dalam penanganan setiap laporan kebakaran lahan yang masuk melalui call center.

Setiap laporan yang diterima, langsung diteruskan kepada BPBD Kabupaten Sintang untuk dikoordinasikan dalam penanganan di lapangan.

Petugas Damkar juga turut diterjunkan bersama tim karhutla untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik.

“Memang di tim karhutla itu kami yang terlibat di situ bersama-sama melakukan pemadaman di setiap titik api atau kebakaran yang dilaporkan masuk ke call center,” ujar Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sintang.Sampe Ritonga. Pada Selasa,(11/8/2026).

Salah satu penanganan dilakukan beberapa hari lalu di kawasan Mengkurai, Petugas mendapat laporan kebakaran yang lokasinya sudah mendekati permukiman warga.

Petugas kemudian langsung bergerak melakukan pemadaman. Bahkan, proses penanganan berlangsung hingga dini hari.

“Kami sampai di sana sekitar jam 12, pulang sampai ke pos Dinas Damkar jam 7 pagi,” ungkapnya.

Namun, dalam penanganan karhutla, petugas masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu yang paling utama adalah keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran.

Menurutnya, petugas terkadang belum mengetahui kondisi medan dan lokasi sumber air ketika tiba di titik kebakaran.

“Yang paling utama memang di sumber air. Kadang di titik-titik kebakaran itu kita belum tahu medannya, kita masih mencari sumber airnya di mana,” katanya.

Selain sumber air, keterbatasan sarana berupa selang pemadam juga menjadi kendala.

Pasalnya, Damkar harus tetap memastikan sejumlah pos pemadam dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran permukiman.

“Yang kedua, dari ketersediaan sarana memang kita rasakan kekurangan selang. Di satu sisi, kita harus siap di beberapa pos sekiranya ada kejadian kebakaran untuk perumahan,” jelasnya.

Meski demikian, personel tetap disiagakan di masing-masing pos dan terus melakukan penanganan setiap laporan kebakaran yang masuk.

Hal ini disampaikan kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan saat di tempat kejadian karhutla di Desa Balai Agung, Kecamatan Sungai Tebelian.

Kesempatan itu petugas yang terdiri dari Damkar, anggota Polsek Sungai Tebelian, Brimob Kompi C dan masyarakat.

“Damkar menurunkan armada unit 04,unit 08,unit 07 (tengki water suplay),unit 09 dan unit 011,” punkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *