PONTIANAK | Pojokkalbar.com-
Ketua Satuan Tugas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, mengungkapkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus diintensifkan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar per 1 Agustus 2026, operasi darat dan udara masih dilakukan di sejumlah kabupaten, sementara Kabupaten Sintang masih berstatus Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Agustus 2026.
Daniel mengatakan, status Siaga Darurat Penanganan Bencana Kabut Asap akibat Karhutla di Provinsi Kalimantan Barat telah ditetapkan sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Sementara di tingkat kabupaten/kota, sembilan daerah telah menetapkan status siaga darurat, termasuk Kabupaten Sintang melalui Surat Keputusan Nomor 400.9.10/319/KEP-BPBD/2026 yang berlaku mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, dalam operasi penanganan pada 31 Juli 2026, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan ground check di sejumlah wilayah. Kebakaran tercatat terjadi di Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, Landak, Bengkayang, Mempawah hingga Sintang. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut dengan kendala utama berupa minimnya sumber air.
Di Kabupaten Sintang, kata Daniel, operasi pemadaman dilakukan Brigade KPH Wilayah Sintang Utara di Desa Gut Jaya Bhakti, Kecamatan Ketungau Tengah. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar satu hektare, sedangkan upaya pemblokiran dan pemadaman mencapai sekitar 2,5 hektare. Lokasi kebakaran berada di kawasan Hutan Lindung Gunung Kahuma dengan jenis tanah mineral dan vegetasi semak belukar campuran. Petugas di lapangan juga masih menghadapi keterbatasan sumber air.
“Selain operasi darat, Satgas Karhutla juga mengerahkan patroli udara dan helikopter water bombing. Hingga 31 Juli 2026, empat helikopter telah diterjunkan dengan total ratusan sortie dan menjatuhkan lebih dari dua juta liter air untuk mempercepat proses pemadaman di sejumlah titik kebakaran. ” Beber Daniel.
Untuk operasi pada 1 Agustus 2026, Satgas Darat diarahkan tetap melaksanakan patroli di wilayah kerja masing-masing. Sementara patroli udara difokuskan di wilayah Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Singkawang, Sambas dan Landak. Adapun helikopter water bombing disiagakan di Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.
Daniel mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap mulai muncul. (red)



