Wakili Danrem 121/Abw, Kasipers Bela Sungkawa ke Rumah Duka Praka Aprianus

Diposting pada

Tangis di Tanah Kelahiran, Prajurit Muda Sintang Gugur di Papua

 

SINTANG | Pojokkalbar.com-

Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kabupaten Sintang. Isak tangis keluarga pecah saat kabar gugurnya seorang putra terbaik daerah itu sampai ke kampung halaman. Prajurit TNI, Praka Anumerta Aprianus, gugur saat menjalankan tugas negara di wilayah perbatasan Papua.

Komandan Korem (Danrem) 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi yang berhalangan hadir karena mengikuti rapat pimpinan, diwakili Kepala Seksi Personel (Kasipers) Kasrem 121/Abw Kolonel Arh Agus Nur Fujianto, menyambangi langsung rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Kehadiran perwakilan Korem menjadi penguat bagi keluarga yang tengah berduka. Dalam suasana haru, Kolonel Agus menyampaikan bahwa kepergian almarhum bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa dan negara.

“Almarhum gugur sebagai pahlawan. Pengorbanannya adalah bukti nyata kecintaan kepada Tanah Air,” ujarnya dengan nada lirih.

Aprianus merupakan prajurit yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 623/BWU. Ia gugur dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata yang diduga bagian dari OPM Kodap III Ndugama, Papua, mereka merupakan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Nduga, Papua Pegunungan, dan sering terlibat kontak tembak dengan aparat keamanan, pada Rabu (29/4/2026) pagi.

Saat itu, tim Satgas tengah melaksanakan tugas ambush di wilayah rawan. Serangan datang dari dua titik ketinggian, membuat situasi berubah cepat dan mencekam. Dalam peristiwa tersebut, satu prajurit gugur, yakni Aprianus, putra asli Kalimantan Barat kelahiran Sintang.

Di rumah duka, suasana tak kuasa dibendung. Tangis keluarga dan kerabat pecah, mengenang sosok Aprianus yang dikenal ramah dan penuh semangat sejak kecil. Ia pergi jauh dari kampung halaman untuk mengabdi, dan kini kembali dalam keheningan.

Kasipers Kasrem 121/Abw juga memberikan dukungan moril kepada keluarga agar tetap tabah menghadapi cobaan ini. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan melupakan jasa almarhum.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan secara militer di Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi Sintang pada Sabtu (2/5/2026). Prosesi itu akan menjadi penghormatan terakhir bagi seorang prajurit yang telah mengorbankan jiwa raganya demi kedaulatan negara.

Di tanah kelahirannya, Aprianus kini pulang. Bukan lagi sebagai anak yang pergi merantau, melainkan sebagai pahlawan yang namanya akan selalu dikenang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *