SINTANG | Pojokkalbar.com-
Pondok Pesantren Nurul Ulum Sintang menggelar Pengajian Akbar dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an I di Dusun Nenak Tembulan, Desa Merti Guna, Kecamatan Sintang, Minggu (7/6/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi momen bersejarah bagi pondok pesantren yang baru berkembang tersebut karena untuk pertama kalinya melaksanakan wisuda tahfidz Al-Qur’an. Sebanyak 11 santri diwisuda setelah berhasil menghafal Al-Qur’an mulai dari satu hingga dua juz.
Menariknya, sebagian santri yang mengikuti wisuda masih berada pada jenjang pembelajaran dasar membaca Al-Qur’an. Namun, mereka telah menunjukkan kemampuan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an sesuai target yang ditetapkan pesantren.
Acara itu dihadiri langsung Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, sejumlah tokoh agama, pengurus organisasi Islam, para donatur, wali santri, dan masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Bupati Sintang memberikan apresiasi kepada pengelola Pondok Pesantren Nurul Ulum yang dinilainya telah mengambil peran penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan keagamaan.
Menurut Bala, keberadaan pesantren bukan sekadar tempat menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah pembinaan akhlak dan karakter anak-anak sejak usia dini.
“Mereka tidak hanya diharapkan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami isi kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Itu yang paling penting,” tegas Bala.
Ia mengatakan, pendidikan agama menjadi bekal penting bagi generasi muda menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks di masa depan.
“Dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Karena itu anak-anak harus dibekali nilai-nilai agama sejak dini agar memiliki pegangan dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.
Bupati Sintang juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren yang selama ini telah berkontribusi dalam membina generasi muda.
Menurutnya, keberhasilan sebuah pesantren tidak hanya diukur dari jumlah santri yang belajar, tetapi juga dari kualitas lulusan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ukuran keberhasilan pesantren adalah bagaimana perilaku para santrinya setelah kembali ke tengah masyarakat. Itu yang akan menjadi cerminan kualitas pendidikan pesantren,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bala juga mendorong pengelola pesantren untuk melengkapi seluruh administrasi dan legalitas lembaga agar lebih mudah memperoleh dukungan dari pemerintah maupun pihak lainnya.
“Kalau identitas dan administrasinya lengkap, tentu peluang mendapatkan bantuan akan lebih besar. Karena setiap program bantuan memiliki persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Semaan 30 Juz dan Wisuda Tahfidz Perdana
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Sintang, Nurul Fadilah, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan Semaan Al-Qur’an 30 juz yang berlangsung pada 5 hingga 6 Juni 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Ia menjelaskan, Pondok Pesantren Nurul Ulum saat ini tidak hanya menyelenggarakan pendidikan tahfidz, tetapi juga memiliki sejumlah unit pendidikan lainnya.
Di antaranya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum Sintang setingkat sekolah dasar, TPQ Nurul Ulum, serta PAUD Permata yang meliputi penitipan anak, kelompok bermain, dan taman kanak-kanak.
“Kegiatan santri dimulai setelah salat subuh dengan menghafal Al-Qur’an hingga pukul 06.00 WIB. Setelah itu mereka bersiap mengikuti kegiatan sekolah. Sore dan malam hari juga ada kegiatan mengaji bagi anak-anak dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Nurul Fadilah menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sintang, para donatur, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, Muslimat NU, masyarakat Dusun Nenak Tembulan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan semua pihak. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, para donatur, dan semua yang telah membantu tenaga, pikiran maupun materi sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut agar Pondok Pesantren Nurul Ulum dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Saat ini Pondok Pesantren Nurul Ulum Sintang yang berlokasi di Dusun Nenak Tembulan, Desa Merti Guna, Kecamatan Sintang, juga telah membuka pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran mendatang. Dengan bertambahnya jumlah santri, pesantren tersebut diharapkan semakin berperan dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia dan berwawasan luas.(red)



