SINTANG | Pojokkalbar.com-
Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan di Kabupaten Sintang. Tim Penyuluh Pencegahan Karhutla dari Mabes TNI kembali turun langsung menyambangi masyarakat untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran tentang bahaya Karhutla.
Kali ini, Tim yang terdiri dari Brigjen TNI P. Arlindungan Hutagalung, Kolonel Cba Yuniarko Deni dan Kolonel Adm Steven, kegiatan sosialisasi digelar di Makoramil 07/Sintang, Kodim 1205/Sintang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026).
Sosialisasi tersebut menyasar masyarakat Kelurahan Alay serta komunitas bola voli yang ada di Kelurahan Alay. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar ikut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.
Ketua Tim Penyuluh Pencegahan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI P. Arlindungan Hutagalung, dalam setiap kesempatan mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya pencegahan Karhutla.
Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas di lapangan. Peran masyarakat menjadi sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Pencegahan itu jauh lebih penting daripada kita melakukan pemadaman setelah api membesar. Karena itu, masyarakat harus ikut menjaga lingkungannya masing-masing,” demikian pesan yang terus ditekankan dalam kegiatan penyuluhan tersebut.
Tim Mabes TNI juga mendorong masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan Karhutla.
Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Apalagi, kebakaran lahan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi hingga perekonomian.
Melalui sosialisasi yang menyentuh langsung kelompok masyarakat dan komunitas, Tim Penyuluh Pencegahan Karhutla Mabes TNI berharap pesan pencegahan dapat diteruskan dari lingkungan terkecil hingga masyarakat secara luas.
“Jangan sampai api baru dicari ketika sudah membesar. Mari bersama-sama mencegah sebelum terjadi,” menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.(red)



