SINTANG | Pojokkalbar.com-
Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sintang membagikan sebanyak 1.200 masker kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Pembagian masker tersebut dilakukan di dua lokasi, yakni Simpang Lima Sintang dan Simpang Empat Polres Sintang, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Pramuka dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sintang, Ferry Kurniadi, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
Menurut dia, kondisi udara di Sintang dalam beberapa waktu terakhir cukup mengkhawatirkan akibat karhutla yang terjadi di tengah musim kemarau panjang.
“Ini bentuk kepedulian dan keprihatinan kami terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Sintang yang saat ini menghadapi kabut asap akibat karhutla,” ujar Ferry Kurniadi, Minggu.(23/8/2026) Sore.
Masker bantuan BPBD Sintang
Ferry menjelaskan, sebanyak 1.200 masker yang dibagikan kepada masyarakat tersebut merupakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang.
Masker kemudian disalurkan oleh jajaran Kwarcab Sintang kepada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, khususnya para pengguna jalan yang melintas di kawasan simpang yang menjadi lokasi pembagian.
“Kami mendapatkan masker ini dari BPBD Sintang. Kemudian dalam rangka Bulan Bakti Pramuka ke-65, kami bersama anggota Pramuka membagikannya kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap masker tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi paparan langsung asap selama beraktivitas di luar rumah.
Terlebih, kondisi kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah angin dan perkembangan titik api di sejumlah wilayah.
Pramuka ikut peduli dampak karhutla
Ferry mengatakan, Gerakan Pramuka tidak hanya berperan dalam kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, tetapi juga berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan kebencanaan.
Karena itu, momentum Bulan Bakti Pramuka tahun ini dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Pramuka harus hadir di tengah masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pramuka juga peduli terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ferry, pembagian masker juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker, terutama ketika kondisi kabut asap semakin pekat.
Selain itu, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak ketika kualitas udara memburuk.
Karhutla menjadi perhatian bersama
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Sintang dalam beberapa waktu terakhir tidak terlepas dari meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap jarak pandang, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat apabila paparan asap berlangsung dalam waktu lama.
Ferry berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, upaya penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai ada pembakaran lahan yang kemudian tidak terkendali dan berdampak kepada masyarakat lainnya,” kata Ferry.
Ia juga mengajak anggota Pramuka di Kabupaten Sintang untuk terus menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Pembagian 1.200 masker tersebut, kata Ferry, diharapkan tidak hanya membantu masyarakat menghadapi kabut asap, tetapi juga menjadi bagian dari semangat Bulan Bakti Pramuka ke-65, yakni hadir dan memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian kecil dari Pramuka untuk masyarakat Sintang di tengah kondisi kabut asap,” pungkasnya.(red)



