Lasarus: Jalan Bedayan Sudah Masuk Rencana, Perbaikan Infrastruktur Sintang Jadi Prioritas

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa ruas Jalan Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang sebenarnya telah masuk dalam rencana pembangunan pemerintah, bahkan sebelum viral di media sosial.

Hal tersebut disampaikan Lasarus menanggapi usulan agar Jalan Bedayan dimasukkan dalam program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.

“Bukan hanya Bedayan yang rusak. Hampir seluruh jalan daerah di Sintang kondisinya memprihatinkan,” ujar Lasarus. Pada Sabtu (2/5/2026) di Yolaz Cake, Jalan Lintas Melawi, Sintang.

Ia mengungkapkan, indeks kemantapan jalan di Sintang masih tergolong rendah, yakni sekitar 12 persen. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan daerah lain di Kalimantan Barat seperti Melawi (34 persen), Sekadau (36 persen), Sanggau (37 persen), dan Kapuas Hulu (38 persen).

Menurut dia, pemerintah telah lebih dulu merencanakan pembangunan ruas jalan di kawasan Sepauk, termasuk jalur yang menghubungkan wilayah Buluh Kuning hingga Sintang, di mana Jalan Bedayan berada.

“Bedayan ini kebetulan berada diruas jalan Buluh Kuning – desa Libau. Sebelum viral, sudah masuk dalam perencanaan kita,” jelasnya.

Lasarus menambahkan, melalui program Inpres Jalan Daerah, pemerintah menargetkan penanganan jalan rusak secara bertahap, tidak hanya di Bedayan tetapi di seluruh wilayah Sintang.

Namun demikian, ia mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum memperoleh kepastian terkait alokasi anggaran untuk program tersebut pada tahun 2026.

“Kami berharap anggaran untuk Inpres Jalan Daerah tetap menjadi prioritas, apalagi di tengah kondisi anggaran infrastruktur daerah yang sedang mengalami pemangkasan,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa keluhan terkait kondisi jalan tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari kepala daerah seperti bupati, wali kota, hingga gubernur.

Lasarus turut mengapresiasi masyarakat, khususnya anak – anak warga Bedayan yang telah menyuarakan kondisi jalan di daerah mereka.

“Mereka mewakili suara masyarakat Kalimantan Barat yang selama ini menghadapi kondisi jalan yang serupa,” ujarnya.

Ia menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan daerah sangat penting untuk menekan biaya produksi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta mengurangi angka kemiskinan.

“Kalau infrastruktur baik, biaya produksi turun, ekonomi tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” kata dia. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *