Nilai ASN Sintang Harus Tembus Kotak 7, Jika Tidak Promosi Jabatan Bisa Tertutup

Diposting pada

SINTANG | PojokKalbar.com – Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang didorong meningkatkan kompetensi dan skor profiling agar memenuhi persyaratan untuk diusulkan dalam promosi jabatan. Dalam skema manajemen talenta yang diharapkan segera diterapkan di Sintang, ASN ditargetkan mencapai minimal kotak tujuh dari sembilan kotak pemetaan talenta.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, mengatakan sebanyak 347 ASN mengikuti profiling tahun ini. Ia berharap hasil pemetaan tersebut dapat mendorong peningkatan skor peserta, terutama mereka yang saat ini masih berada di kotak dua, tiga, empat, dan lima.

“Harapan saya, dari 347 orang ini, skornya bisa meningkat semua, minimal naik ke kotak tujuh. Karena untuk promosi, pegawai yang bisa diusulkan bupati minimal harus berada di kotak tujuh,” tegas Kartiyus. Pada Pojokkalbar.com, Selasa (27/10/2026) di Kantor BKPSDM Sintang.

Menurutnya, skor profiling menjadi salah satu aspek penting dalam pemetaan talenta ASN. Karena itu, peserta diminta mengikuti proses penilaian secara serius sekaligus terus meningkatkan kompetensi dan rekam jejak kinerjanya.

Kartiyus menjelaskan, profiling mengukur berbagai kemampuan ASN, mulai dari penalaran numerik, kemampuan bahasa, hingga penguasaan teknologi informasi. Peserta menghadapi ratusan soal sehingga membutuhkan ketelitian dan kesungguhan dalam mengerjakannya.

Ia mengingatkan peserta agar tidak mengisi soal secara asal-asalan karena hasil penilaian akan menjadi bagian dari gambaran kompetensi dan potensi masing-masing pegawai.

“Jangan sembarangan mengisi. Sayang kalau nilainya rendah. Kalau nilainya tinggi, mereka punya ruang untuk diusulkan menduduki jabatan yang lebih tinggi,” ujarnya.

ASN Diminta Aktif Tingkatkan Skor

Kartiyus menegaskan, peningkatan skor tidak cukup hanya mengandalkan hasil profiling. ASN juga harus aktif memperbarui data dan rekam jejak pengembangan kompetensi melalui aplikasi MyASN.

Berbagai aktivitas, seperti mengikuti pendidikan dan pelatihan, memperoleh sertifikat kompetensi, terlibat dalam tim kerja, serta mendapatkan penugasan sebagai pelaksana harian (Plh.) atau pelaksana tugas (Plt.), dapat menjadi bagian dari rekam jejak yang mendukung penilaian sesuai ketentuan sistem manajemen talenta.

Karena itu, ASN diminta tidak pasif dalam memperbarui data maupun mengembangkan kemampuan profesionalnya.

“Pegawai sekarang sebenarnya bersaing dengan dirinya sendiri, bukan dengan teman-temannya. Sepanjang tahun harus terus meningkatkan kinerja, menambah kompetensi, mengikuti pelatihan, dan memperbarui data. Semua itu menjadi bagian dari penilaian,” jelasnya.

Ia berharap para ASN memanfaatkan kesempatan profiling yang saat ini difasilitasi secara gratis oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Menurut Kartiyus, fasilitas tersebut telah diberikan selama dua tahun sehingga pemerintah daerah dapat mengikutsertakan lebih banyak pegawai tanpa harus mengeluarkan biaya asesmen untuk setiap peserta.

Ingin Manajemen Talenta Segera Diterapkan

Lebih lanjut, Kartiyus berharap sistem manajemen talenta segera diberlakukan di Kabupaten Sintang. Menurutnya, sistem tersebut dapat membantu proses promosi dan pengembangan karier ASN menjadi lebih terukur berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, serta rekam jejak pegawai.

Ia menilai, penerapan sistem berbasis penilaian talenta juga dapat membantu mengurangi subjektivitas dalam pengusulan pejabat karena keputusan didukung data dan kriteria yang terukur.

“Saya ingin manajemen talenta ini cepat diberlakukan di Sintang. Kalau sistemnya sudah berjalan, pegawai yang diusulkan harus memenuhi kriteria. Kalau skornya tidak masuk kotak tujuh, delapan, atau sembilan, tentu tidak bisa diusulkan jika persyaratan itu yang ditetapkan,” katanya.

Kartiyus menambahkan, pemetaan talenta juga berpotensi membuat proses pengembangan karier lebih efisien dibandingkan hanya mengandalkan asesmen untuk setiap kebutuhan pengisian jabatan.

Meski demikian, ia menekankan bahwa ASN harus terus meningkatkan kualitas diri dan kinerja, bukan hanya mengejar skor dalam aplikasi.

Dengan demikian, profiling diharapkan menjadi titik awal bagi 347 ASN untuk membangun kompetensi secara berkelanjutan, memperkuat profesionalisme, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sintang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *