SINTANG | PojokKalbar.com –
Santri di Kabupaten Sintang diharapkan mampu menjadi generasi muda yang mandiri, kreatif, berintegritas, dan berdaya saing, sekaligus berperan aktif dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Sintang melalui Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan Setda Sintang, Helmi, saat membacakan sambutan Bupati pada peringatan Hari Santri.
Dalam sambutannya, Helmi menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah. Santri tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan agama, tetapi juga harus mampu mengembangkan potensi diri, menunjukkan prestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kabupaten Sintang membutuhkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, memiliki semangat kerja, dan peduli terhadap masa depan daerahnya. Kalian adalah bagian penting dari generasi penerus tersebut,” ujar Helmi.
Ia mengatakan, para santri memiliki kesempatan untuk berkiprah di berbagai bidang profesi, mulai dari ulama, guru, tenaga kesehatan, pengusaha, aparatur pemerintah, akademisi, hingga pemimpin masyarakat.
Menurutnya, apa pun profesi yang kelak dipilih, para santri diharapkan tetap membawa nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari di pesantren dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jangan hanya menjadi generasi yang pandai berbicara, tetapi tunjukkan kualitas diri melalui tindakan dan prestasi. Bawalah nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari di pesantren ke mana pun kalian mengabdi,” pesannya.
Helmi juga menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam upaya memajukan Kabupaten Sintang. Karena itu, pendidikan generasi muda tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah atau pesantren, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, pemerintah, dan masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para kiai, ustaz, ustazah, serta tenaga pendidik yang selama ini berperan dalam membimbing santri dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pesantren, melainkan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, keluarga, dan masyarakat harus terus diperkuat,” katanya.
Selain mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, Helmi mengingatkan pentingnya peran santri dalam merawat keberagaman di Kabupaten Sintang yang terdiri atas berbagai suku, agama, budaya, dan tradisi.
Ia berharap santri dapat menjadi teladan dalam menjaga toleransi, menghormati perbedaan, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Perbedaan latar belakang, pandangan, maupun keyakinan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah belah.
“Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita. Sebaliknya, jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dan bekerja sama. Sintang akan semakin kuat apabila masyarakatnya hidup rukun, saling menghormati, dan bergotong royong membangun daerah,” tegasnya.
Helmi meyakini, santri dapat mengambil bagian penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat melalui sikap santun, perilaku yang baik, serta kepedulian terhadap sesama.
Ia berharap nilai-nilai yang ditanamkan di pesantren tidak hanya menjadi bekal pribadi bagi para santri, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sosial untuk memperkuat persatuan dan mendorong kemajuan Kabupaten Sintang.
Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.(red)



