SINTANG | Pojokkalbar.com-
Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus positif campak. Namun, sejumlah warga terdeteksi sebagai suspek dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Haryono Linoh menyampaikan, total terdapat sekitar delapan orang yang saat ini berstatus suspek campak.
“Untuk campak di Kabupaten Sintang sampai hari ini belum ada yang dinyatakan positif. Tapi yang dicurigai sudah ada beberapa, total sekitar delapan orang,” ujarnya. Pada Kamis,(16/4/2026).
Rinciannya, lima suspek berasal dari Puskesmas Tanjung Puri, satu dari rumah sakit umum daerah, serta masing-masing satu orang dari wilayah Tempunak dan Pandan.
Ia menegaskan, status suspek belum tentu positif karena masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Suspek itu bisa jadi positif atau negatif, tergantung hasil pemeriksaan darah di laboratorium,” jelasnya.
Sampel darah dari para pasien tersebut telah dikirim ke Pontianak dan selanjutnya akan diperiksa lebih lanjut di Jakarta.
“Sudah kami kirim, sekarang tinggal menunggu hasil dari pusat,” tambahnya.
Secara medis, campak merupakan penyakit infeksi virus dengan gejala awal berupa demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, mata merah, hingga munculnya bercak merah di seluruh tubuh.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa bercak merah tidak selalu berarti campak, karena bisa juga disebabkan alergi atau penyakit kulit lainnya.
Untuk memastikan diagnosis, diperlukan pemeriksaan laboratorium.
Terkait penanganan, ia menekankan bahwa langkah paling penting adalah pencegahan, terutama melalui imunisasi.
“Campak ini banyak menyerang balita, jadi imunisasi sangat penting. Silakan orang tua membawa anaknya ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi campak,” imbaunya.
Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan diri, rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker karena campak dapat menular melalui percikan air liur.
Ia juga mengingatkan bahwa campak dapat menimbulkan komplikasi serius, bahkan berujung kematian, terutama pada kelompok rentan seperti balita.
“Campak bisa menyebabkan infeksi paru, radang otak, hingga diare berat yang bisa berakibat fatal,” katanya.
Untuk mencegah penularan, warga yang berstatus suspek diminta melakukan isolasi sementara.
“Selama masih dicurigai, sebaiknya melakukan isolasi agar tidak menularkan ke orang lain,” pungkasnya. {red)



