SINTANG | Pojokkalbar.com-
Penanganan jalan rusak parah di wilayah Nanga Libau, Desa Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, mulai dilakukan secara bertahap. Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat, Chandra Syah Parmance, turun langsung meninjau proses pengerjaan di lapangan. Pada Selasa,(14/4/2026)
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut atas kondisi jalan yang sebelumnya viral di media sosial karena rusak parah dan sulit dilalui.
Selain itu, Kepala UPJJ Wilayah III, Atiam, turut menjelaskan tahapan teknis penanganan ruas jalan tersebut, khususnya pada jalur Simpang Buluh Kuning menuju Bedayan hingga Bedayan–Nanga Libau.
Menurut Atiam, pekerjaan diawali dengan pembersihan pengerukan lumpur, pembuatan parit dan pembenahan badan jalan agar dapat dilalui kendaraan.
“Untuk tahap awal, kita pastikan dulu kendaraan bisa lewat. Setelah itu dilakukan perkuatan dasar jalan,” jelasnya.
Tahapan berikutnya, lanjut dia, adalah penimbunan menggunakan material sirtu (pasir dan batu) pada titik-titik kerusakan.
“Bagian jalan yang parah akan kita timbun menggunakan sirtu yang tersedia di lokasi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dari total sekitar 10 kilometer lebih ruas jalan, terdapat kurang lebih 3 kilometer yang mengalami kerusakan cukup berat dan menjadi prioritas penanganan.
“Sekitar 3 kilometer itu yang tingkat kerusakannya cukup berat, sehingga akan kita fokuskan penimbunan menggunakan material tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan pemerintah daerah terus mendorong percepatan penanganan meski harus melalui tahapan dan proses administrasi.
“Kita akan tindak lanjuti, tetapi memang tidak bisa instan karena ada tahapan yang harus dilalui,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala BPJN Kalbar, Chandra Syah Parmance, menyatakan dukungan dari pemerintah pusat akan difokuskan pada aspek teknis dan kesiapan perencanaan.
Dengan penanganan bertahap ini, diharapkan akses masyarakat di wilayah tersebut dapat segera pulih, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan warga yang selama ini terdampak kondisi jalan rusak.(red)



