SINTANG | Pojokkalbar.com-
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sintang hingga kini masih terkendala pada persoalan sertifikat lahan. Padahal, lokasi untuk pembangunan SR sudah disiapkan seluas 8,3 hektare di Desa Anggah Jaya, Kecamatan Sintang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sintang, Ulidal Muchtar, mengatakan bahwa proses sertifikasi lahan masih menunggu penyelesaian dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sintang.
“Status tanahnya memang milik Pemda, tapi belum bersertifikat. Proses sertifikat ini sedang kami urus. Salah satu syarat utama untuk SR itu harus punya sertifikat hak pakai. Kami masih menunggu dari BPN, sampai saat ini sertifikatnya belum keluar,” jelas Ulidal, Senin (27/10/2025). Diruang kerjanya.
Ulidal menuturkan, Dinas Sosial Sintang sebelumnya telah mengajukan dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang penyediaan pendidikan bagi anak-anak tidak mampu. Dua lokasi yang diusulkan yaitu di Kecamatan Dedai dan Kecamatan Sintang.
Setelah dilakukan survei oleh tim dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat dan pihak terkait, lokasi yang diputuskan berada di Desa Anggah Jaya, Kecamatan Sintang, karena dinilai paling siap dari segi lahan dan akses.
“Untuk persyaratan lain sebenarnya sudah kami penuhi, baik dari sisi topografi, teknis, maupun administrasi. Hanya sertifikat yang belum,” ujar Ulidal.
Ia menambahkan, apabila sertifikat lahan dapat diterbitkan dalam waktu dekat, Kabupaten Sintang berpeluang menjadi salah satu penerima program SR pada 2025. Namun jika belum, pelaksanaannya kemungkinan akan bergeser ke tahun 2026.
“SR ini tidak pakai target waktu. Kalau tahun 2025 belum bisa, maka akan diusulkan lagi tahun berikutnya,” tambahnya.
Ulidal menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat melibatkan sejumlah instansi lintas sektor seperti Dinas Sosial, Dinas Perkim, Bappeda, dan Dinas Pendidikan. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan bagi masyarakat miskin di daerah.
Sementara itu, lima anak asal Sintang yang tergolong tidak mampu saat ini sementara disekolahkan di SR Pontianak hingga pembangunan SR Sintang terealisasi.(red)



