SINTANG | Pojokkalbar.com-
Sebanyak 23 butir amunisi ditemukan di area belakang rumah dinas Camat Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Temuan itu bermula dari kegiatan pembersihan lingkungan yang dilakukan oleh staf kecamatan pada Sabtu (27/9/2025).
Camat Sungai Tebelian, Karjito, membenarkan adanya penemuan amunisi tersebut. Ia menjelaskan, temuan itu tidak disengaja dan baru diketahui setelah terdengar suara ledakan saat pembakaran sampah.
“Kegiatan itu awalnya kerja bakti biasa. Saat membakar tumpukan sampah, staf kami mendengar suara ledakan cukup keras menjelang waktu Magrib. Awalnya dikira ledakan dari botol bekas minuman, tapi keesokan harinya saat mengorek sisa bakaran, ditemukan sejumlah amunisi di dalam botol air mineral,” ujar Karjito pada Selasa,(30/9/2025).
Amunisi tersebut sebagian sudah terpisah dari selongsongnya, namun mayoritas masih utuh. Setelah temuan itu, pihak kecamatan segera melaporkannya kepada Polsek Sungai Tebelian dan Batalyon C Pelopor Brimob yang berada di wilayah tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mencatat sebanyak 22 butir peluru hampa kaliber 5,56 mm, terdiri dari 21 butir dalam kondisi utuh dan satu butir yang telah meledak.
Sterilisasi Lokasi dan Temuan Tambahan
Menindaklanjuti laporan tersebut, empat personel Komposit Gegana dari Satbrimob Polda Kalbar, yang dipimpin Brigpol Gio F.M., dikerahkan ke lokasi untuk pengamanan dan sterilisasi.
Setelah dilakukan penyisiran lanjutan di area gudang dan halaman belakang rumah dinas camat, petugas kembali menemukan satu butir peluru hampa tambahan, sehingga total menjadi 23 butir peluru.
Lanjut dia bahwa seluruh peluru kini telah diamankan oleh Polsek Sungai Tebelian dan tim Brimob. Pihak kepolisian 22 amunisi tidak sempat meledak, kecuali satu butir yang diketahui sudah dalam kondisi meledak saat insiden pembakaran sampah.
“Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada pihak kepolisian dan Brimob. Yang terpenting, tidak ada korban dalam peristiwa ini. Kami juga berterima kasih kepada aparat yang telah bertindak cepat dan memastikan lingkungan kami kembali aman,” ujar Karjito.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti asal-muasal amunisi tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.(red)



