Sekda Sintang Minta Dana Rp10 Miliar Karhutla Tak Habis untuk Operasional

Diposting pada

SINTANG | PojokKalbar.com-

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus, meminta anggaran sekitar Rp10 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk pengadaan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran.

Menurut Kartiyus, bantuan dari Presiden tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Sintang untuk memperkuat peralatan penanggulangan karhutla, sehingga dapat digunakan tidak hanya pada tahun ini, tetapi juga untuk menghadapi kebakaran pada tahun-tahun berikutnya.

Ia menegaskan, anggaran tersebut tidak boleh habis hanya untuk kebutuhan nonfisik, seperti bahan bakar minyak (BBM), makan dan minum, serta insentif petugas.

“Makanya saya harapkan dana itu tidak habis untuk nonfisik. Kita belikan pengadaan mobil, selang, dan peralatan lainnya. Mumpung ada anggaran, kita manfaatkan untuk pengadaan sarana pemadaman agar tahun-tahun berikutnya kita masih punya alat untuk membantu pemadaman,” ujar Kartiyus. Pada Pojokkalbar.com, Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri, anggaran tersebut hanya dapat dikelola oleh tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Dinas Kesehatan.

Untuk BPBD dan Damkar, pengadaan kendaraan operasional menjadi salah satu prioritas. Sarana yang direncanakan antara lain mobil tangki air, mobil pemadam kebakaran, serta kendaraan trail untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

Sementara itu, Dinas Kesehatan akan mendukung kebutuhan kesehatan dalam penanganan karhutla, termasuk pengadaan vitamin bagi petugas.

Kartiyus menambahkan, unsur TNI dan Polri tetap mendapatkan dukungan operasional melalui BPBD, seperti BBM, makan dan minum, serta insentif petugas yang terlibat dalam pemadaman.

“Pembagian anggaran ini mengikuti petunjuk yang ada. Pengelolaannya hanya melalui tiga OPD tersebut,” jelasnya.

Ganjil-Genap BBM Masih Dievaluasi

Selain penanganan karhutla, Kartiyus juga menyinggung kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite melalui sistem ganjil-genap di Kabupaten Sintang yang mulai diberlakukan lagi pada 18 Otober lalu diharapkan dapat efektif.

Menurut Kartiyus, salah satu kendala utama distribusi BBM ke Sintang adalah kondisi sungai yang terdampak musim kemarau. Rendahnya permukaan air menyebabkan ponton pengangkut BBM belum dapat masuk secara optimal melalui Sungai Kapuas.

Akibatnya, pasokan BBM masih banyak bergantung pada pengangkutan menggunakan mobil tangki dari Pontianak yang jumlahnya terbatas.

“Kita berharap mudah-mudahan segera turun hujan. Kalau sungai sudah pasang dan ponton bisa masuk, pasokan minyak akan lebih aman,” ujarnya.

Kartiyus mengakui, kebijakan ganjil-genap sejauh ini cukup membantu mengurangi antrean kendaraan di SPBU. Namun, keterbatasan pasokan masih menjadi persoalan yang harus dihadapi masyarakat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *