Nomor Whatsapp Penipu

Waspada !! Catut Nama dr. Haryono Linoh, Penipu Berhasil Kelabui Warga Rp1 Juta

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-

Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat kembali terjadi di Kabupaten Sintang. Kali ini, pelaku diduga mengatasnamakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Haryono Linoh, M.HKes, untuk memperdaya korbannya.

Pelaku menghubungi korban melalui sambungan telepon dan aplikasi WhatsApp menggunakan nomor yang bukan milik dr. Haryono. Dengan mengaku sedang membutuhkan uang, pelaku meminta korban mentransfer dana sebesar Rp1 juta.

Korban yang percaya dengan identitas pelaku akhirnya mentransfer uang tersebut. Namun, setelah transaksi dilakukan, korban baru mengonfirmasi langsung kepada dr. Haryono dan mengetahui bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan.

“Sudah ada yang melapor ke kami. Baru satu orang, dengan kerugian sekitar Rp1 juta,” kata dr. Haryono Linoh saat dikonfirmasi, Senin (14/7/2026). Malam

Ia menegaskan tidak pernah meminta uang atau menghubungi siapa pun untuk meminjam maupun meminta transfer dana.

“Saya mohon masyarakat waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan saya. Jangan mudah percaya jika ada telepon atau pesan WhatsApp yang meminta transfer uang. Pastikan terlebih dahulu dengan melakukan konfirmasi langsung,” tegasnya.

Menurut dr. Haryono, kasus seperti ini perlu diketahui masyarakat agar tidak ada lagi korban. Ia juga meminta identitas korban tidak dipublikasikan demi menjaga privasi.

Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat maupun tokoh masyarakat belakangan semakin marak. Pelaku biasanya menggunakan foto profil yang menyerupai korban pencatutan dan menghubungi calon korban melalui nomor baru untuk meminta bantuan uang dengan berbagai alasan.

Masyarakat diimbau tidak langsung menuruti permintaan transfer dana dari nomor yang tidak dikenal, meski menggunakan foto dan nama pejabat. Jika menerima pesan atau telepon mencurigakan, segera lakukan verifikasi kepada nomor resmi yang bersangkutan atau laporkan kepada pihak berwajib agar tidak semakin banyak korban berjatuhan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *