SINTANG | Pojokkalbar.com-
Kepala UPT Puskesmas Tanjung Puri, Andar Jimmy Pintabar, menyatakan wilayah Desa Baning Kota ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) campak setelah ditemukan penambahan kasus positif dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Andar, sejak awal tahun pihaknya telah mengirimkan lebih dari tujuh sampel pasien yang diduga terinfeksi campak maupun rubella (campak Jerman) untuk pemeriksaan laboratorium.
“Dari hasil pemeriksaan, di awal tahun terdapat dua kasus positif campak maupun campak Jerman. Kemudian bulan lalu bertambah dua kasus positif yang berada dalam satu wilayah, sehingga kami menetapkan Desa Baning Kota sebagai wilayah KLB campak,” ujarnya. Kamis,(9/7/2026).
Sebagai langkah penanggulangan, Puskesmas Tanjung Puri akan melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) mulai pekan depan.
Program tersebut menyasar seluruh anak usia 9 bulan hingga 16 tahun tanpa melihat riwayat imunisasi sebelumnya.
“Imunisasi akan diberikan kepada anak-anak di PAUD, TK, SD, dan SMP di wilayah Baning Kota. Selain itu kami juga akan menyasar anak-anak melalui posyandu,” jelasnya.
Andar menegaskan, meskipun seorang anak telah menerima imunisasi campak sebelumnya, mereka tetap dianjurkan mengikuti imunisasi ORI selama masa KLB.
“Pada kondisi KLB seperti sekarang, semua anak usia sasaran tetap harus mendapatkan imunisasi, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya,” katanya.
Ia menjelaskan, kasus campak yang ditemukan di wilayah kerjanya didominasi anak-anak, mulai dari bayi hingga usia di bawah tujuh tahun, meski terdapat pula beberapa kasus suspek pada orang dewasa.
“Kebanyakan memang menyerang anak-anak. Ada bayi, usia tiga tahun, empat tahun, dan sebagian besar anak di bawah tujuh tahun,” ujarnya.
Kandar juga mengimbau para orang tua agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.
Gejala tersebut antara lain demam, muncul ruam kemerahan di seluruh tubuh, batuk, pilek, mata merah, maupun diare.
“Kalau anak mengalami gejala seperti itu, segera periksakan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar bisa dilakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel bila diduga campak,” imbaunya.
Menurutnya, deteksi dini dan pelaksanaan imunisasi massal menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan serta mencegah bertambahnya kasus campak di wilayah Kabupaten Sintang.



