SINTANG | Pojokkalbar.com-
Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menuai keluhan dari berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha media siber di Kabupaten Sintang. Gangguan pasokan listrik tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas pemberitaan yang mengandalkan jaringan listrik dan internet.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sintang, Susianti, mengatakan pemadaman listrik tidak hanya menghentikan pasokan energi, tetapi juga menyebabkan jaringan internet ikut terganggu. Akibatnya, aktivitas redaksi media online praktis lumpuh.
“Ketika listrik padam, secara otomatis jaringan internet juga ikut padam. Bagi media siber, kondisi ini sangat merugikan karena seluruh pekerjaan bergantung pada listrik dan koneksi internet. Kami dituntut menyajikan informasi secara real time, tetapi saat listrik padam kami tidak dapat berbuat banyak,” kata Susianti pada Sabtu,(4/7/2026).
Menurutnya, media online memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi secara cepat kepada masyarakat. Di sisi lain, narasumber juga berharap berita dapat segera dipublikasikan setelah kegiatan berlangsung.
“Jika kondisi ini terus berlarut-larut, bukan tidak mungkin banyak perusahaan media siber mengalami kerugian besar, bahkan terancam tutup. Selain kehilangan kesempatan menyajikan berita terbaru, kami juga menghadapi tuntutan dari narasumber yang berharap pemberitaan segera tayang,” ujarnya.
Susianti berharap pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sintang bersikap lebih terbuka kepada masyarakat terkait penyebab sering terjadinya pemadaman listrik bergilir.
“Kami meminta PLN ULP Sintang menjelaskan secara transparan apa yang sebenarnya terjadi, apa penyebab utama pemadaman, serta sampai kapan kondisi ini akan berlangsung. Masyarakat, termasuk pelaku usaha media, berhak memperoleh informasi yang jelas agar dapat mengantisipasi dampaknya,” tegasnya.
Ia menambahkan, transparansi dari PLN penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha yang aktivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan listrik dan layanan internet.
“Kami memahami apabila ada gangguan teknis atau perbaikan jaringan. Namun, pelanggan juga berhak mengetahui penyebabnya secara terbuka dan memperoleh informasi yang memadai agar dapat menyesuaikan aktivitas usahanya,” pungkas Susianti.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. PLN (Persero) ULP Sintang belum memberikan konfirmasi resmi terkait penyebab maupun penanganan pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat dan pelaku usaha. (red)



