SINTANG | Pojokkalbar.com-
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite beberapa waktu lalu berdampak signifikan terhadap meningkatnya biaya transportasi dan mendorong kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Hingga kini, sebagian besar komoditas pangan di Kabupaten Sintang masih bertahan di level harga tinggi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Sintang, Subendi, mengatakan kenaikan ongkos distribusi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga kebutuhan pokok sulit kembali ke posisi semula.
“Sejak harga BBM Dexlite naik beberapa waktu lalu, biaya transportasi meningkat cukup signifikan. Kondisi ini sudah pasti berdampak pada naiknya harga bahan pokok di pasar. Rata-rata semua komoditas mengalami kenaikan dan sekarang stabil di posisi harga yang tinggi. Biasanya kalau harga sudah naik, cukup sulit untuk kembali turun,” kata Subendi, Kamis (18/6/2026).
Meski demikian, pihaknya memastikan ketersediaan dan pasokan bahan pangan di Kabupaten Sintang masih dalam kondisi aman. Distribusi bahan pokok, baik yang berasal dari produksi lokal maupun yang didatangkan dari luar daerah, berjalan lancar.
“Dari aspek ketersediaan pangan, kami memastikan stok dan suplai bahan pokok, baik dari dalam daerah maupun dari luar, masih cukup dan distribusinya lancar,” ujarnya.
Berdasarkan data Perkembangan Harga Bahan Pangan Pokok Kota Sintang per 18 Juni 2026, sejumlah komoditas tercatat masih stabil meski berada pada level harga tinggi. Cabai rawit merah misalnya berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, cabai keriting basah Rp67.500 per kilogram, bawang merah Rp62.500 per kilogram, serta daging sapi murni mencapai Rp165 ribu per kilogram.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan perkembangan harga di pasar guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan mengantisipasi terjadinya gejolak harga yang dapat membebani masyarakat.(red)



