SINTANG | Pojokkalbar.com-
Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional masih aman meski musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah. Hingga saat ini, harga kebutuhan pokok dinilai relatif stabil dan belum mengalami lonjakan yang signifikan.
Kepala Disperindagkop dan UKM Sintang mengatakan keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sintang belum memberikan dampak berarti terhadap kenaikan harga bahan pangan. Menurutnya, sebagian besar SPPG memperoleh pasokan dari supplier khusus, bukan seluruhnya membeli langsung di pasar tradisional.
“Sejauh ini kami belum melihat adanya pengaruh yang signifikan terhadap harga di pasar akibat operasional SPPG,” ujarnya pada Selasa,(21/7/2026).
Ia menjelaskan, sejak periode Natal dan Tahun Baru 2026, harga sejumlah komoditas di Sintang memang cenderung berada pada level yang lebih tinggi. Namun setelah itu pergerakan harga relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan tajam.
Berdasarkan pemantauan harian pemerintah, harga cabai saat ini berkisar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Sementara harga daging sapi bertahan di kisaran Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram.
“Secara umum harga masih stabil. Kalau ada kenaikan biasanya karena pasokan lokal terbatas, bukan karena lonjakan permintaan,” katanya.
Terkait musim kemarau, pemerintah menilai dampaknya terhadap ketersediaan bahan pokok belum terlalu besar. Pasokan sembako di pasar tradisional masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, kemarau tetap memberikan dampak pada distribusi komoditas tertentu, terutama BBM dan LPG. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya transportasi, termasuk akibat keterbatasan pasokan BBM yang membuat ongkos distribusi menjadi lebih mahal.
“Kalau untuk bahan pokok penting, stoknya masih aman dan harga hanya mengalami fluktuasi yang wajar. Kalaupun ada kenaikan, tidak terlalu jauh, dan ketika pasokan melimpah harga kembali stabil,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.(red)



