SINTANG | Pojokkalbar.com –
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Sintang mendorong kepedulian sejumlah pihak untuk turun langsung membantu masyarakat.
Tak hanya menyampaikan imbauan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Akcaya mengambil langkah nyata dengan membagikan ribuan masker dan vitamin kepada masyarakat.
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Pemilik SPPG Akcaya, Miltoni mengatakan pihaknya sengaja turun langsung ke lapangan karena kondisi asap dinilai sudah cukup mengganggu masyarakat, terutama dari sisi kesehatan.
“Ini merupakan aksi sosial yang kami lakukan. Saat ini kami turun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi bencana kabut asap yang terjadi di daerah kita, khususnya di Kabupaten Sintang,” kata Miltoni, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, kabut asap tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan. Dampaknya juga langsung dirasakan masyarakat yang tetap harus menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, pembagian masker menjadi salah satu bentuk bantuan yang dinilai paling dibutuhkan masyarakat dalam kondisi seperti saat ini.
“Kalau asap sudah cukup banyak, tentunya berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, kami berinisiatif turun ke lapangan dan membagikan masker sebagai salah satu upaya membantu melindungi masyarakat dari dampak kabut asap,” jelasnya.
Dalam aksi tersebut, SPPG Akcaya membagikan 2.500 masker dan sekitar 1.000 vitamin kepada masyarakat dan
Air minum 20 dus dan Pop mie 20 dus.
Miltoni menegaskan, aksi tersebut tidak berhenti pada pembagian masker dan vitamin. Pihaknya juga menyiapkan dukungan logistik bagi petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla.
Rencananya, bantuan berupa makanan dan air mineral akan disalurkan kepada BPBD Kabupaten Sintang untuk mendukung kebutuhan petugas di lapangan.
“Hari ini kami membagikan sebanyak 2.500 masker dan sekitar 1.000 vitamin kepada masyarakat. Selanjutnya kami juga akan memberikan bantuan berupa makanan siap saji 20 dus dan air mineral 20 dus kepada BPBD Kabupaten Sintang,” ungkapnya.
Menurut Miltoni, bantuan tersebut diberikan karena petugas BPBD bersama tim penanggulangan lainnya masih harus bekerja di sejumlah lokasi yang terdapat titik api.
“Mereka yang bekerja melakukan penanggulangan di lapangan, termasuk menangani titik-titik api. Kami berharap bantuan ini bisa mendukung mereka agar tetap maksimal dalam menjalankan tugas,” katanya.
Ia menyadari bantuan yang diberikan belum mampu menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak kabut asap di Kabupaten Sintang.
Namun, menurutnya, langkah kecil tersebut setidaknya menjadi bentuk kepedulian dan gotong royong menghadapi kondisi karhutla.
“Memang bantuan yang kami berikan ini tidak seberapa. Tetapi kami berharap bisa membantu masyarakat maupun petugas yang berada di lapangan. Semoga para petugas dapat bekerja maksimal dan bersama-sama membantu masyarakat menanggulangi bencana kabut asap ini,” pungkasnya.
Miltoni, menambahkan bahwa kondisi asap yang cukup pekat membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Ia berharap masyarakat tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih terjadi.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah dan petugas di lapangan memiliki tugas melakukan penanganan titik api, sementara masyarakat juga memiliki peran penting dengan menjaga kesehatan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran baru.
“Karena itu kami memilih turun langsung. Harapannya bantuan ini bisa sedikit meringankan masyarakat dan mendukung petugas yang sedang berjibaku menangani karhutla,” ujarnya.
Bukan Sekadar Bagi Masker
Aksi SPPG Akcaya ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan dampak karhutla membutuhkan gerakan bersama.
Ketika petugas masih berhadapan dengan titik-titik api, masyarakat di sisi lain harus menghadapi dampak asap yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Pembagian masker dan vitamin menjadi bentuk perlindungan awal bagi masyarakat, sedangkan bantuan makanan dan air mineral diarahkan untuk menjaga kebutuhan petugas yang bekerja di lapangan.
Dengan kondisi tersebut, kepedulian masyarakat, dunia usaha, organisasi, maupun lembaga lainnya dinilai penting untuk memperkuat upaya penanggulangan karhutla di Kabupaten Sintang.(red)



