Menuju Manajemen Talenta, ASN Sintang Dituntut Makin Melek Digital

Diposting pada

SINTANG | PojokKalbar.com – Profiling aparatur sipil negara (ASN) dinilai menjadi langkah penting dalam mengukur kompetensi dan potensi pegawai, terutama menjelang penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sintang, M. Mardianto, mengapresiasi pelaksanaan profiling yang difasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang bersama Kantor Regional V Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurutnya, kegiatan tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan dan potensi ASN sebagai bahan pengembangan karier serta peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur.

“Profiling ASN ini sangat diperlukan, terutama karena sekarang kita sedang mengarah pada pengembangan ASN melalui manajemen talenta. Kegiatan ini penting untuk mengukur kompetensi ASN,” ujar Mardianto.

Ia menjelaskan, terdapat enam dimensi yang diukur dalam profiling, yakni kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, potensi, literasi digital, preferensi karier atau tripatra karier, serta talent DNA.

Mardianto menilai seluruh dimensi tersebut penting untuk mendukung profesionalisme ASN. Namun, perkembangan teknologi saat ini menuntut aparatur, termasuk pimpinan perangkat daerah, untuk semakin memahami digitalisasi.

Ia mengakui, sejumlah peserta juga merasakan tantangan ketika menjawab soal-soal yang berkaitan dengan literasi digital. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan teknologi informasi perlu terus dikembangkan.

“Memang ada sedikit keluhan dari rekan-rekan ketika menghadapi soal-soal terkait literasi digital. Karena itu, kita perlu belajar dan memahami perkembangan digitalisasi. Zaman sekarang memang menuntut kita untuk mampu mengikuti perkembangan tersebut,” jelasnya. Pada Pojokkalbar.com, Selasa (27/10/2026).

Menurut Mardianto, kemampuan digital tidak hanya dibutuhkan oleh staf, tetapi juga pimpinan perangkat daerah agar mampu beradaptasi dengan perubahan sistem kerja pemerintahan yang semakin mengandalkan teknologi.

Ia berharap hasil profiling dapat menjadi bahan evaluasi bagi ASN untuk mengetahui kekuatan dan aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Pengalaman Kedua, Peserta Lebih Santai

Mardianto mengungkapkan, profiling yang diikutinya tahun ini merupakan pengalaman kedua setelah kegiatan serupa pada tahun sebelumnya.

Dari sisi tingkat kesulitan, ia menilai soal yang dihadapi relatif sama. Namun, pengalaman mengikuti penilaian sebelumnya membuat peserta lebih siap dan tidak terlalu tegang.

“Kalau tingkat kesulitannya, saya rasa sama. Hanya cara menghadapinya sedikit berbeda. Karena kita sudah pernah mengalami sebelumnya, sekarang lebih santai dan lebih menikmati proses profiling,” katanya.

Ia menambahkan, pada pelaksanaan sebelumnya, peserta berupaya memperoleh gambaran mengenai tingkat kompetensi masing-masing sebagai salah satu aspek dalam perjalanan karier ASN.

Dalam pelaksanaan kali ini, peserta diberikan waktu tiga jam untuk menyelesaikan soal. Mardianto mengatakan dirinya dapat menyelesaikan seluruh pengerjaan dalam waktu sekitar dua jam.

Ia juga mengapresiasi kesempatan profiling yang saat ini masih difasilitasi pemerintah tanpa biaya langsung bagi peserta.

Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi kesempatan bagi ASN untuk mengenali kompetensi diri sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pengembangan karier berbasis manajemen talenta.

Mardianto berharap kegiatan serupa dapat terus mendukung peningkatan kualitas aparatur di Kabupaten Sintang, sehingga penempatan dan pengembangan karier ASN ke depan semakin mempertimbangkan kompetensi, potensi, serta kebutuhan organisasi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *