Bantuan Pangan Oktober–Desember Masih Menunggu Petunjuk Teknis

Diposting pada

SINTANG | PojokKalbar.com – Penyaluran bantuan cadangan pangan pemerintah untuk periode Juli hingga September di Kabupaten Sintang telah terealisasi 100 persen. Sementara itu, penyaluran bantuan pangan untuk periode Oktober hingga Desember masih menunggu petunjuk teknis dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta informasi lebih lanjut terkait mekanisme penyaluran melalui Perum Bulog.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Lili Suryani, mengatakan penuntasan penyaluran bantuan pangan periode sebelumnya menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, khususnya beras.

Menurutnya, bantuan cadangan pangan pemerintah merupakan salah satu bentuk dukungan untuk menjaga akses masyarakat terhadap bahan pangan. Terlebih, ketersediaan dan keterjangkauan pangan menjadi perhatian penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan kondisi cuaca dan kebutuhan masyarakat yang terus berjalan.

“Untuk penyaluran bantuan pangan Juli sampai September sudah 100 persen. Sekarang kami tinggal menunggu petunjuk teknis untuk bantuan cadangan pangan periode Oktober, November, dan Desember,” ujar Lili. Pada Pojokkalbar.com, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan jadwal penyaluran maupun jumlah bantuan yang akan diterima masyarakat untuk periode Oktober hingga Desember. Hal tersebut karena petunjuk teknis pelaksanaan dari Bapanas belum diterima, termasuk kepastian mekanisme penyaluran yang nantinya dilaksanakan melalui Bulog.

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang masih menunggu ketentuan resmi tersebut agar pelaksanaan penyaluran berikutnya dapat dilakukan sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Lili mengatakan, berdasarkan pelaksanaan bantuan pangan pada periode sebelumnya, bantuan yang disalurkan umumnya berupa beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap keluarga penerima manfaat (KPM). Namun, besaran bantuan untuk periode Oktober hingga Desember tetap menunggu ketentuan resmi yang ditetapkan pemerintah.

“Kalau berdasarkan penyaluran sebelumnya, biasanya 10 kilogram beras per keluarga penerima manfaat. Tetapi untuk periode Oktober, November, dan Desember, kami belum bisa memastikan karena petunjuk teknisnya belum ada,” jelasnya.

Koordinasi untuk Menjaga Ketersediaan Pangan

Selain menunggu kepastian penyaluran bantuan pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendukung ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

Menurut Lili, upaya menjaga ketahanan pangan tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor, terutama dengan Bulog dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, untuk mendukung ketersediaan komoditas pangan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bulog menjadi salah satu mitra penting dalam koordinasi terkait beras dan pelaksanaan program bantuan pangan. Sementara itu, koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura diperlukan untuk mendukung ketersediaan pangan yang berasal dari sektor pertanian.

Ia menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan beras, tetapi juga mencakup berbagai komoditas lain yang dibutuhkan masyarakat, seperti sayur-mayur dan sumber pangan lainnya.

Karena itu, koordinasi dan kolaborasi antarlembaga perlu terus diperkuat agar upaya menjaga ketersediaan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami tetap bermitra dengan Bulog. Kami juga berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Kabupaten Sintang,” ungkapnya.

Ketahanan Pangan Tidak Hanya Bergantung pada Bantuan

Lili menambahkan, program bantuan cadangan pangan merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Namun, upaya memperkuat ketahanan pangan daerah juga membutuhkan dukungan dari sektor produksi, distribusi, serta pemanfaatan pangan lokal.

Ketersediaan bahan pangan perlu dijaga agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam hal ini, koordinasi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan pihak terkait menjadi bagian penting untuk mengantisipasi berbagai tantangan dalam penyediaan pangan.

Selain menjaga ketersediaan beras, perhatian terhadap komoditas pangan lainnya juga diperlukan untuk mendukung keberagaman konsumsi masyarakat. Ketersediaan sayur-mayur dan sumber pangan lain menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan yang lebih luas.

Dengan demikian, penanganan ketahanan pangan di Kabupaten Sintang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan kepada keluarga penerima manfaat, tetapi juga pada upaya menjaga kesinambungan ketersediaan pangan melalui koordinasi lintas sektor.

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang berharap penyaluran bantuan pangan periode Oktober hingga Desember dapat segera memperoleh kepastian setelah petunjuk teknis diterbitkan. Dengan adanya kepastian tersebut, pelaksanaan program dapat dipersiapkan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat penerima manfaat.

Pemerintah daerah juga terus mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar upaya menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Sintang dapat berjalan optimal, sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *