SINTANG | Pojokkalbar.com-
Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mencatat lonjakan kasus gigitan anjing sepanjang Januari hingga awal Februari 2026. Hingga 4 Februari 2026, tercatat sebanyak 89 kasus gigitan, dengan sebaran tertinggi berada di Kecamatan Sepauk sebanyak 21 kasus, disusul Kecamatan Tempunak 20 kasus, dan Kecamatan Sintang 11 kasus. Sisa kasus tersebar di sejumlah kecamatan lain dengan jumlah relatif kecil.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Haryono Linoh, mengatakan pihaknya telah mengirim tiga sampel kepala anjing ke laboratorium untuk memastikan status rabies.
“Dari Tempunak dua sampel dinyatakan positif mengandung virus rabies, dan satu sampel dari Ketungau Hulu juga positif. Saat ini kami terus melakukan pemantauan,” kata Haryono. Pada Jumat,(6/2/2026). Diruang kerjanya.
Meski jumlah kasus cukup tinggi, Haryono memastikan belum ada korban jiwa akibat rabies hingga saat ini. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan berkat penanganan cepat di fasilitas kesehatan.
“Kami harapkan tidak terjadi korban jiwa karena teman-teman di puskesmas sudah memberikan pelayanan dengan baik,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar menghindari gigitan hewan penular rabies, khususnya anjing. Jika terjadi gigitan, masyarakat diminta segera melakukan pertolongan pertama.
“Luka gigitan harus segera dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 hingga 30 menit. Setelah itu, korban wajib datang ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan medis dan Vaksin Anti Rabies (VAR). Jangan ditunda,” tegasnya.
Terkait ketersediaan vaksin, Haryono menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima 500 vial VAR dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Vaksin tersebut telah didistribusikan ke seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Sintang.
“Dari 500 vial ini bisa digunakan untuk sekitar 80 orang, tergantung tingkat keparahan gigitan dan kebutuhan apakah diberikan lengkap atau sebagai tindakan pencegahan,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh puskesmas memiliki stok VAR, dengan distribusi disesuaikan dengan angka kasus di masing-masing wilayah. Jika diperlukan, pihaknya siap mengajukan tambahan vaksin ke pemerintah provinsi.
“Stok VAR selalu kami upayakan tersedia dan mencukupi,” pungkas Haryono.(red)



