SINTANG | Pojokkalbar.com-
Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong lahirnya produk-produk unggulan berbasis potensi lokal sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kurniawan, saat menyampaikan laporan pada seremoni pengumuman dan penyerahan hadiah pemenang Lomba Produk Unggulan Daerah (PUD), Lomba Inovasi Produk Berbasis Alam “Sintang Asin, Manis, Pedas”, serta Komoditas Potensial Tahun 2026. Di Pendopo Kediaman Dinas Bupati Sintang pasa Kamis,(9/7/2026).
Kurniawan menjelaskan, lomba tersebut merupakan implementasi dari misi pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Sintang Tahun 2025–2029, khususnya penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan potensi unggulan serta mewujudkan ekonomi hijau sebagai fondasi ketahanan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Produk unggulan daerah menjadi sangat strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebelum pelaksanaan lomba, pemerintah telah menyusun rencana aksi kolaborasi pengembangan produk unggulan daerah bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan mitra pembangunan.
Pada 2024, Pemkab Sintang telah menetapkan 25 produk unggulan daerah, di antaranya madu kelulut, tenun ikat, dan berbagai produk khas lainnya.
“Tahun 2026 ini kita kembali menetapkan produk unggulan daerah melalui keputusan bupati. Salah satu prosesnya adalah melalui lomba yang kita laksanakan hari ini dengan klasifikasi baru seperti Sintang Asin, Sintang Manis, Sintang Pedas, serta komoditas potensial,” jelasnya.
Kurniawan mengungkapkan, lomba yang digelar sekitar satu bulan lalu diikuti 33 peserta dengan total 73 produk dari berbagai kategori.
Seluruh produk telah melalui proses seleksi dan penilaian dewan juri berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari kualitas produk, inovasi, pemanfaatan bahan baku lokal, keberlanjutan usaha hingga peluang pengembangan pasar.
“Produk-produk terbaik yang diumumkan hari ini nantinya tidak berhenti sampai di sini. Mereka akan mengikuti proses inkubasi bersama mitra Gemilang agar kualitas produknya semakin baik dan siap menembus pasar yang lebih luas,” katanya.
Selain itu, Kurniawan juga mengungkapkan Kabupaten Sintang akan menjadi salah satu tuan rumah Festival Lestari yang berlangsung pada 9–12 September 2026 bersama Kabupaten Sanggau dan Putussibau (Kabupaten Kapuas Hulu). Sintang ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan karena berada di posisi strategis di antara daerah penyelenggara.
Festival tersebut rencananya akan dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, sembilan kabupaten anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), serta sejumlah mitra internasional, termasuk dari Brasil.
Menurutnya, festival itu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan pembangunan berbasis kelestarian, termasuk pengembangan produk unggulan daerah yang ramah lingkungan dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Festival Lestari akan menjadi wadah untuk memperkenalkan praktik pembangunan lestari sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama bagi produk-produk unggulan Kabupaten Sintang,” tuturnya.
Ia menambahkan, rangkaian Festival Lestari akan diisi tiga agenda utama, yakni business matching forum, kegiatan telusur lapangan ke sejumlah kawasan potensial, serta festival ruang publik.
Untuk kegiatan telusur, peserta akan diajak mengunjungi tiga lokasi unggulan, yakni Desa Ensaid Panjang, kawasan Danau Jentawam Hulu-Hilir, serta Desa Antok yang dikenal sebagai sentra penghasil kopi di Kecamatan Tempunak.
Di akhir laporannya, Kurniawan berharap pelaksanaan lomba tersebut mampu melahirkan produk-produk unggulan yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan Kabupaten Sintang serta mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.(red)



