SINTANG | Pojokkalbar.com-
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Sintang bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sintang menggelar seminar kesehatan bertajuk “Remaja Cerdas Menghadapi Pubertas: Penguatan Peran Guru BK dan Bidan dalam Pencegahan Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja”. Kegiatan berlangsung di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Kamis (11/9/2025) pagi.
Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Satpol PP Sintang Siti Musrikah yang membawakan materi Attitude Cerdas Menuju Generasi Emas: Fakta dan Harapan, dr. Al Hadi Pratama dari Puskesmas Sei Durian dengan materi Kesehatan Reproduksi Remaja dan Bahaya Infeksi Menular, serta psikolog klinis Cori Magdalena yang menyampaikan materi Perkembangan Psikososial Remaja: Dari Pencarian Jati Diri hingga Kematangan.
Kegiatan diikuti guru bimbingan konseling (BK), pengelola program kesehatan peduli remaja (PKPR) puskesmas, penyuluh agama, petugas keluarga berencana, serta para bidan. Hadir pula Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, Ketua Komisi C DPRD Sintang, Ketua TP-PKK, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua ICMI Sintang, serta sejumlah pimpinan lembaga dan organisasi.
Ketua panitia yang juga Ketua IBI Kabupaten Sintang, Yuli Sri Ayu, menyampaikan bahwa masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan individu yang rentan menghadapi masalah kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, peran guru BK, tenaga kesehatan, dan bidan sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi, edukasi, serta pendampingan kepada remaja.
“Seminar ini menjadi upaya membangun jejaring antara sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar mampu menjangkau remaja lebih efektif,” kata Yuli.
Ketua ICMI Orda Kabupaten Sintang, Kurniawan, menambahkan bahwa generasi muda saat ini didominasi kelompok digital natives yang sangat akrab dengan teknologi. Namun, di sisi lain, mereka menghadapi ancaman serius, mulai dari infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, kehamilan tidak diinginkan, hingga perkawinan usia dini.
Sementara itu, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny dalam sambutannya menegaskan pentingnya isu kesehatan remaja sebagai bagian dari pencapaian Generasi Emas Indonesia 2045. Menurut dia, perilaku seksual berisiko di kalangan remaja harus menjadi perhatian bersama.
“Cara menghadapi masalah ini adalah dengan meningkatkan literasi kesehatan dan karakter remaja melalui kerja sama pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujar Ronny.
Ia berharap para guru BK dan peserta seminar dapat menyerap materi yang disampaikan narasumber untuk kemudian diteruskan kepada siswa di sekolah masing-masing.
“Remaja adalah aset masa depan. Mari kita dukung mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan fasilitas yang mereka butuhkan untuk menjadi generasi emas yang membawa perubahan positif,” tambahnya.(red)



