SINTANG | Pojokkalbar.com-
Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk mengambil peran sebagai pelopor perubahan dan kemajuan bangsa.
Pemuda tidak hanya dituntut memiliki semangat patriotisme, tetapi juga mampu menjaga persatuan, merawat kebinekaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan negara.
Kabid Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Kesbangpol Kabupaten Sintang Indra Gunawan, mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penerus sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemuda harus mampu mengembangkan pola pikir yang lebih maju, terbuka terhadap pembaruan, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kita berharap dengan momentum Sumpah Pemuda ini, pemuda khususnya di Kabupaten Sintang menjadi pelopor pembaruan. Pemuda inilah yang kita harapkan mampu mengubah pola pikir ke arah yang lebih baik,” ujarnya. Pada Pojokkalbar.com, Kamis (29/10/2026).
Ia menegaskan, semangat menjadi pelopor tidak cukup hanya diwujudkan melalui slogan. Generasi muda harus mampu menunjukkan sikap dan tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Pemuda diharapkan menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya, baik dalam menjaga persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan, maupun menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
Salah satu peran yang perlu diperkuat, menurutnya, adalah menjadikan generasi muda sebagai pelopor antinarkoba, sekaligus penggerak kemajuan di bidang pendidikan, sosial, dan pembangunan.
Perkuat Patriotisme dan Wawasan Kebangsaan
Indra menjelaskan, penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan agar pemuda memiliki landasan yang kuat dalam bersikap, menghargai perbedaan, serta menjaga keutuhan bangsa.
Ia mengingatkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Karena itu, generasi muda Kabupaten Sintang diharapkan mampu menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial.
“Saya tekankan kepada pemuda, jaga NKRI, jaga persatuan dan kesatuan, serta rawat keanekaragaman dan kebinekaan kita,” tegasnya.
Menurutnya, semangat kebangsaan harus diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk menghormati sesama, menghindari perpecahan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Dengan pemahaman tersebut, pemuda diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif yang berpotensi melemahkan rasa persatuan maupun kecintaan terhadap bangsa.
Pemuda Harus Siap Menghadapi Pengaruh Negatif
Indra juga mengingatkan adanya berbagai pengaruh negatif dari luar yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda.
Karena itu, pemuda perlu memiliki kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, serta menentukan sikap berdasarkan nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, generasi muda harus mampu memanfaatkan perkembangan zaman untuk hal-hal produktif, bukan justru terjerumus dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
Semangat patriotisme, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Pemuda yang memiliki wawasan kebangsaan kuat diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas serta jati diri bangsa.
Kesbangpol Dorong Penguatan Karakter di Sekolah
Sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, Kesbangpol juga menyampaikan rencana penguatan pendidikan patriotisme dan bela negara di lingkungan sekolah.
Salah satu pendekatan yang disampaikan adalah melalui kegiatan pembinaan generasi muda, termasuk memanfaatkan lingkungan sekolah dan kegiatan kepramukaan sebagai sarana menumbuhkan semangat kebangsaan.
Melalui kegiatan tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, serta penghormatan terhadap perbedaan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.
Indra berharap pembinaan tersebut dapat melahirkan pemuda yang memiliki rasa cinta tanah air, semangat bela negara, serta keberanian untuk mengambil bagian dalam perubahan positif.
Menurutnya, masa depan bangsa sangat bergantung pada kesiapan generasi muda dalam melanjutkan perjuangan dan pembangunan yang telah dirintis generasi sebelumnya.
“Pemuda merupakan estafet dari kita untuk membangun negeri ini. Karena itu, mereka harus mampu berpikir ke depan dan berbuat yang terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.
Melalui momentum Sumpah Pemuda ke-98, generasi muda Kabupaten Sintang diharapkan tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga tampil sebagai pelopor perubahan yang menjaga persatuan, memperkuat nilai Pancasila, dan membawa daerah menuju kemajuan.(red)



