ISPA dan Diare Dominasi Penyakit Saat Musim Kemarau

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-
Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Sintang. Kondisi udara yang kering, ditambah asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), membuat masyarakat lebih rentan terserang berbagai penyakit.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sintang mencatat, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare menjadi penyakit yang cukup banyak ditangani di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Hingga awal Agustus 2026, tercatat sebanyak 155 pasien mengalami ISPA. Sementara kasus diare mencapai sekitar 31 orang yang mendapatkan pengobatan di 10 puskesmas di Kabupaten Sintang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Rosa Trifina, mengatakan kondisi cuaca yang panas dan kering serta paparan asap dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker ketika keluar rumah,” ujar Rosa pada Sabtu,(15/8/2026).

Menurutnya, penggunaan masker penting dilakukan untuk mengurangi risiko terpapar debu maupun asap yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Terlebih, kondisi udara di sejumlah wilayah Sintang masih dipengaruhi kabut asap akibat karhutla.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya berbagai penyakit selama musim kemarau.

Rosa juga mengingatkan masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin sesuai kebutuhan.

“Jaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin,” pesannya.

Dia menambahkan, perubahan kondisi cuaca saat ini membuat tubuh lebih mudah mengalami penurunan daya tahan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kondisi kesehatan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan.

Terlebih bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas lebih banyak di luar ruangan.

Dinkes Sintang pun terus mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan pengobatan ketika sudah sakit, tetapi juga melakukan langkah pencegahan sejak dini. Dengan menjaga pola makan, kebersihan, serta mengurangi paparan asap dan debu, risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau diharapkan dapat ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *