SINTANG | Pojokkalbar.com-
Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Indra Subekti, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sintang yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-14 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Indra Subekti usai rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian pandangan umum delapan fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2025. Pada Rabu,(8/7/2026).
Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD, khususnya terkait pelayanan kesehatan di RSUD Ade M. Djoen Sintang, perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Kalau dari pandangan umum teman-teman fraksi, khususnya untuk rumah sakit, memang pemerintah harus fokus karena ini menyangkut pelayanan publik dan kesehatan. Persoalan ini juga sudah menjadi keluhan masyarakat, sehingga kami di DPRD menyampaikannya melalui pandangan umum fraksi,” ujarnya.
Selain sektor kesehatan, Indra mengatakan DPRD juga memberikan berbagai masukan terkait pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan sektor-sektor lainnya yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menetapkan skala prioritas pembangunan agar kebutuhan masyarakat yang paling mendesak dapat segera ditangani.
“Kesehatan, infrastruktur, pendidikan, dan sektor lainnya tentu kita harapkan menjadi prioritas pembangunan. Kami memberikan masukan kepada Bupati, dan selanjutnya menjadi kewenangan pemerintah daerah untuk menyikapi serta menindaklanjutinya,” katanya.
Indra menegaskan, meskipun Kabupaten Sintang telah berhasil mempertahankan opini WTP selama 14 tahun berturut-turut, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dievaluasi dan diperbaiki.
Menurutnya, opini WTP pada dasarnya merupakan indikator keberhasilan dari sisi administrasi dan tata kelola keuangan. Namun, keberhasilan tersebut harus tercermin dalam hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau WTP ini kan secara administrasi. Harapan kami, WTP itu juga harus diimbangi dengan pembangunan yang nyata. Bukan hanya administrasinya yang baik, tetapi dampak dari pengelolaan keuangan itu juga harus terlihat dan dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, Indra tetap memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sintang atas konsistensinya mempertahankan opini WTP.
“Secara keseluruhan kami mengapresiasi pemerintah daerah yang sudah 14 kali berturut-turut memperoleh WTP. Itu merupakan capaian yang luar biasa. Tinggal bagaimana prestasi tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (red)



