SINTANG | Pojokkalbar.com-
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Sintang memastikan ketersediaan beras untuk masyarakat masih dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Hal ini karena pemerintah daerah bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menjaga pasokan kebutuhan pokok, khususnya beras.
Plt.Kepala DKPP Kabupaten Sintang Kusnidar menyampaikan, selama ini stok beras dari pemerintah daerah memang terbatas jika hanya mengandalkan cadangan yang ada. Namun kondisi tersebut dapat diatasi karena adanya dukungan pasokan dari Bulog.
“Kalau dari cadangan kita memang terbatas. Tapi karena kita bekerja sama dengan Bulog, stok beras tersedia dan sangat memadai,” ujarnya. Pada Pojokkalbar.com, Rabu (11/3/2026).
Untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, pemerintah daerah bersama Bulog juga melaksanakan gerakan pangan murah. Kegiatan ini sebelumnya sudah digelar dan kembali akan dilaksanakan menjelang hari raya.
Rencananya, gerakan pangan murah akan kembali digelar pada Senin, 16 Maret di halaman kantor DKPP setempat sebagai upaya menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat menghadapi kebutuhan jelang Lebaran.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengusulkan tambahan stok beras dalam perubahan anggaran tahun ini. Cadangan tersebut disiapkan tidak hanya untuk menghadapi Idul Fitri, tetapi juga untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan hingga perayaan besar keagamaan lainnya seperti Hari Raya Natal mendatang.
“Biasanya inflasi itu meningkat pada momen hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal. Jadi stok yang kita siapkan ini untuk mengantisipasi sampai ke Natal,” jelasnya.
Sementara itu, keberadaan beras lokal dari petani juga turut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun ketersediaannya masih terbatas karena sifatnya yang musiman dan pasarnya masih didominasi untuk kebutuhan dalam daerah.
Meski demikian, beras lokal dinilai tetap memberikan kontribusi penting dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah. (red)



