KALBAR | Pojokkalbar.com-
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat menjaga ketahanan pasokan dan kelancaran distribusi BBM di wilayah hulu Kalimantan Barat. Langkah ini ditempuh menyusul pendangkalan signifikan alur Sungai Kapuas–Melawi yang berdampak pada distribusi menuju Fuel Terminal (FT) Sintang.
Koordinasi intensif dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Kabupaten Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu. Pertamina memastikan suplai ke SPBU dan lembaga penyalur tetap berjalan melalui skema distribusi alternatif.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan berdasarkan data monitoring hidrologis, kedalaman Sungai Kapuas–Melawi saat ini tercatat sekitar 2,25 meter atau berkurang ±5 meter dari batas aman navigasi (safe draft limit) 4 meter. Kondisi tersebut menyebabkan kapal tanker belum dapat melanjutkan pelayaran normal menuju FT Sintang.
“Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Secara prinsip, stok BBM dalam kondisi aman. Beberapa kapal juga telah berada dalam posisi ready stock dan anchor di wilayah Sanggau. Saat ini kami masih menunggu kepastian izin lokasi jetty dalam skema penanganan darurat untuk proses pembongkaran,” ujar Edi. Pada Jumat,(20/2/2026).
Sebagai langkah mitigasi, distribusi diperkuat melalui jalur darat dari FT Sintang dan Integrated Terminal Pontianak. Meski waktu tempuh lebih panjang, pola ini dinilai strategis untuk menjaga kesinambungan suplai di wilayah terdampak.
Koordinasi strategis juga digelar di Kabupaten Melawi pada Rabu (18/2). Pertemuan dipimpin langsung oleh Bupati Melawi bersama unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal.
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah meminta Pertamina memaksimalkan penyaluran ke seluruh SPBU di Melawi, meningkatkan pengawasan distribusi sesuai ketentuan, memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat umum, serta mengupayakan jam operasional SPBU dimulai lebih awal guna mempercepat antrean layanan.
Pemerintah Kabupaten Melawi juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying) agar distribusi dapat merata.
Menanggapi hal itu, Pertamina menegaskan telah dan terus mengambil langkah percepatan distribusi, termasuk optimalisasi suplai via jalur darat serta penguatan pengawasan di SPBU. Sistem digitalisasi juga dioptimalkan untuk memantau pergerakan suplai secara real time dan memastikan pengiriman difokuskan ke jalur strategis serta pusat aktivitas masyarakat.
“Kami memahami kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat. Pertamina akan terus bekerja maksimal bersama pemerintah daerah dan aparat untuk memastikan pasokan segera kembali stabil. Kami mengimbau masyarakat melakukan pembelian sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan lancar dan merata,” tegas Edi.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya memperkuat distribusi darat sekaligus mempercepat solusi logistik sungai hingga penyaluran kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.(red)



