Direktur Marketing PT Prestige Serukan Pupuk Organik demi Selamatkan Ekosistem Sintang

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-

Isu keberlanjutan lingkungan di kawasan perkebunan Kabupaten Sintang kembali mengemuka. Direktur Marketing Area Kalimantan Barat PT Prestige, Rayendra, menegaskan pentingnya perubahan pola penggunaan pupuk demi menjaga kelangsungan ekosistem dan bentang alam di daerah tersebut.

Menurut Rayendra, sebagai pemasok pupuk, pihaknya tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memikirkan dampak jangka panjang terhadap tanah, air, dan lingkungan sekitar kawasan perkebunan.

“Kita sebagai pemasok pupuk juga memikirkan bagaimana kelangsungan ekosistem di kawasan perkebunan dan bentang alam yang ada di Kabupaten Sintang, agar penggunaan lahan bisa berkelanjutan sampai ke anak cucu kita, bahkan cicit kita,” tegas Rayendra.

Ia menekankan, selama tanah terus digunakan untuk aktivitas perkebunan, pendekatan ramah lingkungan menjadi keniscayaan. Salah satu langkah strategis yang dinilai efektif adalah penggunaan pupuk organik secara konsisten.

“Untuk itu, saya sebagai pemasok pupuk organik dari PT Prestige mengajak para pelaku agribisnis dan pengusaha perkebunan, baik perusahaan maupun swadaya, untuk selalu menggunakan pupuk organik. Karena pupuk organik akan memperbaiki kondisi tanah, air, dan ekosistem di sekitarnya,” ujarnya.

Rayendra menilai, ketergantungan jangka panjang terhadap pupuk kimia berpotensi menurunkan kualitas tanah dan merusak keseimbangan lingkungan. Sebaliknya, pupuk organik dinilai mampu menjaga kesuburan tanah sekaligus menopang produktivitas perkebunan secara berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rayendra usai menghadiri pertemuan bersama pelaku usaha perkebunan dan agribisnis di Sintang, Sabtu (29/11/2025). Dalam pertemuan itu, isu keberlanjutan lahan dan tanggung jawab lingkungan menjadi salah satu topik utama yang dibahas.

Ia berharap, komitmen penggunaan pupuk organik dapat menjadi gerakan bersama demi menjaga kelestarian alam Sintang, sekaligus memastikan sektor perkebunan tetap produktif bagi generasi mendatang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *