Supriyanto Akui Soal Literasi Digital Jadi Tantangan dalam Profiling ASN Sintang

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-

Kemampuan literasi digital menjadi salah satu tantangan yang dirasakan sebagian aparatur sipil negara (ASN) saat mengikuti profiling di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. Istilah teknologi informasi yang semakin kompleks dinilai membutuhkan penyesuaian, terutama bagi pegawai senior yang tidak terbiasa menggunakan berbagai aplikasi digital.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Supriyanto, setelah mengikuti kegiatan profiling ASN yang mengukur enam dimensi kompetensi dan potensi pegawai.

Menurut Supriyanto, secara umum dirinya menilai kemampuan pada sejumlah aspek lain cukup baik. Namun, soal literasi digital menjadi bagian yang dirasakan lebih sulit dibandingkan dimensi lainnya.

“Kalau soal etika bermedia sosial, saya rasa hampir 100 persen bisa. Yang agak sulit itu istilah-istilah IT modern, seperti maintenance dan istilah teknologi lainnya. Itu memang cukup membingungkan bagi kami yang sudah senior karena zaman dulu belum seperti sekarang,” ujarnya pada Pojokkalbar.com, Selasa (27/10/2026) di Kantor BKPSDM Sintang.

Ia menjelaskan, tantangan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan kemampuan menggunakan media sosial, melainkan juga pemahaman terhadap istilah teknis dan perkembangan teknologi informasi yang digunakan dalam soal profiling.

Meski demikian, Supriyanto menilai literasi digital hanya salah satu bagian dari keseluruhan penilaian. Hasil profiling juga mempertimbangkan dimensi lain yang menggambarkan kompetensi, potensi, dan karakteristik ASN.

Ia mengungkapkan, hasil yang dilihatnya pada aspek kompetensi manajerial dan sosial kultural menunjukkan nilai yang tinggi. Sementara itu, literasi digital masih menjadi aspek yang perlu ditingkatkan.

“Kalau yang lain, saya lihat nilainya tinggi. Kompetensi sosial kultural tadi 100, manajerial juga 100. Ada juga nilai 93. Yang masih perlu ditingkatkan itu literasi digital,” jelasnya.

Berharap Bisa Bertahan di Kotak Delapan

Supriyanto mengatakan, profiling yang diikutinya kali ini merupakan pengalaman kedua. Pada penilaian sebelumnya, ia mengaku telah berada di kotak delapan dalam pemetaan talenta ASN.

Ia berharap hasil profiling kali ini setidaknya dapat mempertahankan posisi tersebut, bahkan meningkat ke kotak sembilan.

“Kalau bisa bertahan di kotak delapan, syukur. Kalau naik ke sembilan, lebih bersyukur lagi,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan waktu hingga tiga jam untuk menyelesaikan soal. Supriyanto mengaku dapat menyelesaikan pengerjaan dalam waktu sekitar dua jam.

Ia berharap hasil profiling dapat menjadi bahan evaluasi bagi ASN untuk mengetahui aspek kompetensi yang perlu diperkuat, termasuk kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Menurutnya, penguasaan teknologi informasi semakin penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan. Karena itu, ASN perlu terus belajar agar tidak tertinggal oleh perubahan sistem kerja yang semakin mengandalkan aplikasi digital.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *