SINTANG | PojokKalbar.com – Sebanyak 347 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang mengikuti kegiatan profiling ASN untuk memetakan kompetensi, potensi, serta arah pengembangan karier pegawai.
Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari tersebut menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kemampuan dan karakteristik ASN agar penempatan jabatan serta pengembangan sumber daya manusia aparatur dapat dilakukan secara lebih tepat.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang, Maryadi, menjelaskan bahwa profiling ASN mengukur enam dimensi utama yang saling berkaitan dan dibutuhkan untuk mendukung kinerja aparatur.
Enam dimensi tersebut meliputi kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, potensi kognitif dan kepribadian, literasi digital, preferensi atau tripatra karier, serta talent DNA.
“Enam dimensi ini saling berkaitan, saling mendukung, dan semuanya dibutuhkan oleh seorang ASN. Karena itu, tidak bisa hanya mengutamakan satu aspek, sementara aspek lainnya diabaikan,” jelas Maryadi.Pada Pojokkalbar.com, Selasa (27/10/2026) di Kantor BKPSDM Sintang.
Ia mengatakan, kompetensi manajerial berkaitan dengan kemampuan ASN dalam memimpin, merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, menggerakkan, serta mengendalikan pekerjaan secara efektif.
Sementara itu, kompetensi sosial kultural diperlukan untuk membangun interaksi dan kolaborasi, sekaligus memahami serta menghargai keberagaman di lingkungan kerja.
Profiling juga mengukur potensi kognitif dan kepribadian, termasuk kemampuan berpikir, memecahkan masalah, serta karakter yang mendukung pencapaian kinerja.
Di tengah perkembangan teknologi, literasi digital turut menjadi salah satu aspek penting yang dinilai. ASN dituntut mampu memahami, memanfaatkan, dan beradaptasi dengan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas kerja serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sekarang kita dihadapkan dengan digitalisasi. Karena itu, literasi digital juga sangat penting, di samping kompetensi manajerial, sosial kultural, dan kemampuan teknis lainnya,” ujarnya.
Dua dimensi lainnya adalah preferensi atau tripatra karier dan talent DNA. Preferensi karier digunakan untuk memahami minat, nilai, serta motivasi ASN dalam mendukung penempatan dan pengembangan karier yang sesuai. Adapun talent DNA bertujuan mengidentifikasi keunikan talenta alami yang menjadi kekuatan utama setiap individu.
Menurut Maryadi, profiling pada prinsipnya perlu diikuti seluruh ASN. Namun, pelaksanaan kali ini diprioritaskan bagi kelompok jabatan tertentu, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional ahli madya, hingga pelaksana dengan persyaratan pangkat yang telah ditentukan.
Khusus pejabat pimpinan tinggi pratama, profiling juga menyasar 15 pejabat yang sebelumnya mengikuti seleksi terbuka atau lelang jabatan. Pemetaan kembali diperlukan untuk memperoleh gambaran kompetensi dan potensi mereka dalam menjalankan tanggung jawab jabatan.
Pelaksanaan profiling dibagi selama empat hari karena keterbatasan sarana komputer yang tersedia.
“Kita hanya memiliki 50 unit komputer. Dalam satu hari, kita bisa melayani sekitar 100 peserta, yakni 50 orang pada sesi pagi dan 50 orang pada sesi siang. Pola ini dilaksanakan selama empat hari,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang diharapkan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kompetensi dan potensi ASN sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur.
Dengan pemetaan yang lebih terarah, pengembangan karier dan penempatan ASN diharapkan semakin sesuai dengan kemampuan, potensi, serta kebutuhan organisasi, sehingga berdampak pada peningkatan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik.
Peserta terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama 15 orang, Pejabat Administrator 29 orang, Pejabat Pengawas 66 orang , Pejabat Fungsional 58 orang dan Pelaksana 179 orang.(red)



