SINTANG | Pojokkalbar.com-
Langit Sintang seolah ikut menyambut kepulangan para relawan kemanusiaan. Setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan, Relawan Puspawaja Kabupaten Sintang bersama PT Prima Jassa akhirnya kembali ke tanah air Kalimantan Barat, usai menuntaskan misi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Mereka bukan sekadar mengantar donasi. Armada, tenaga, dan empati turut dibawa menembus lumpur, banjir, dan duka warga Sumatera yang terdampak bencana. Sebuah aksi nyata yang lahir dari kegelisahan hati.
Usai menerima plakat penghargaan dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Tamiang, yang dikirim lewat relawan Puspawaja dan PT.Prima Jassa, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah kemanusiaan yang diprakarsai Puspawaja dan PT Prima Jassa.
“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Ini bukan sekadar donasi, tapi aksi nyata yang menunjukkan kepedulian dan kebersamaan,” ujar Bala. Pada Senin,(5/1/2026).
Menurut Bala, bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban korban, tetapi juga menjadi pengingat bahwa solidaritas lintas daerah masih hidup dan kuat.
“Di sinilah rasa kebersamaan itu hadir. Kita patut bangga,” tegasnya.
Ketua Puspawaja Kabupaten Sintang, Wahyu Ahmad Prayogo, yang juga Owner PT Prima Jassa, tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Ia menyebut perjalanan ke Aceh Tamiang sebagai panggilan nurani.
“Alhamdulillah, niat baik ini Allah sampaikan ke tempat yang tepat. Kondisi di sana sangat darurat. Bukan hanya harta yang dibutuhkan, tapi empati. Kami melihat langsung penderitaan saudara-saudara kita,” ungkap Wahyu.
Ia mengajak masyarakat Sintang untuk menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi diri.
“Mari kita introspeksi. Semoga Allah menjaga Sintang tetap tenteram dan damai, agar kita bisa terus membantu saudara kita yang tertimpa musibah. Semua ini bukan untuk menonjolkan diri, tapi anugerah untuk berbuat ikhlas,” katanya.
Dalam misi tersebut, Puspawaja dan PT Prima Jassa mengirim enam relawan inti, terdiri dari dua sopir dan empat relawan lapangan. Mereka berkolaborasi dengan sembilan mahasiswa dan tim Kwarcab, sehingga total relawan yang terlibat mencapai sekitar 20 orang.
“Kolaborasi ini kuat. Ke depan, kami akan bergerak lebih besar lagi, mengajak seluruh elemen masyarakat Sintang,” tegas Wahyu.
Salah satu relawan, AKP. Purnawirawan H. Jhoni yang ini menceritakan detik-detik pertama saat tiba di Aceh Tamiang. Suaranya bergetar, matanya berkaca-kaca.
“Kami tiba sekitar pukul tiga dini hari. Di mana-mana lumpur, setinggi 20 hingga 80 sentimeter. Rumah-rumah terendam. Kami paham kenapa tidak bisa disambut pejabat daerah. Kondisinya benar-benar memprihatinkan,” tuturnya.
Rombongan relawan akhirnya diterima oleh Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang dan diarahkan ke Kwarcab setempat. Di sanalah bantuan disalurkan, disertai doa dan air mata.
Sebelumnya, Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) Kabupaten Sintang bersama PT Prima Jassa menurunkan langsung rombongan relawan untuk mengantarkan bantuan ke titik terdampak.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin Sekretaris Puspawaja Sintang, Sih Sarwodadi Teguh, dengan penyerahan bantuan berupa kebutuhan pokok dan uang tunai di Kampung Marlempang, Dusun Benteng 2345, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (28/12/2025). Bantuan diterima pemerintah daerah setempat melalui Dinas Sosial.
Sekretaris Puspawaja didampingi Subekhan, H. Joni Murdianto, H. Totok Agus Sudono, serta dua pengemudi dari PT Prima Jassa yang setia mengawal pendistribusian bantuan hingga tuntas.
Hingga 1 Januari 2026, rombongan relawan akhirnya bertolak kembali ke Sintang. Mereka pulang membawa kelelahan, lumpur di sepatu, dan satu pelajaran besar: kemanusiaan tak mengenal jarak.(red)



