Paspor Ceria dan Klinik Investasi Resmi Diluncurkan di Sintang

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-

Pemerintah Kabupaten Sintang bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau meluncurkan program Paspor Ceria dan Klinik Investasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Bumi Senentang, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti masyarakat, jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, perbankan, dan berbagai instansi, kemudian ditutup dengan pembagian doorprize mulai dari hadiah hiburan hingga hadiah utama. Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala juga menambah kemeriahan acara dengan memberikan doorprize berupa uang tunai kepada dua peserta yang beruntung.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Sintang, Erwin Simanjutak mengatakan Paspor Ceria merupakan hasil kolaborasi antara DPMPTSP dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau untuk menghadirkan pelayanan pembuatan paspor lebih dekat kepada masyarakat. Ia menyebut layanan keimigrasian di MPP Bumi Senentang ditargetkan mulai beroperasi pada awal Agustus 2026.

“Melalui Paspor Ceria ini, kami ingin memperkenalkan bahwa layanan pembuatan paspor akan hadir di MPP Bumi Senentang. Masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Sanggau untuk mengurus paspor,” kata Erwin.

Selain itu, DPMPTSP juga meresmikan Klinik Investasi yang memberikan layanan konsultasi perizinan dan investasi secara gratis bagi pelaku usaha. Menurut Erwin, layanan tersebut diharapkan mampu mempermudah proses perizinan, meningkatkan investasi, sekaligus mendongkrak Indeks Pelayanan Publik Kabupaten Sintang.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut sangat tinggi. Kuota perdana sebanyak 20 permohonan paspor langsung habis dalam waktu singkat setelah dibuka.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau, Arung Safiro Untung, mengungkapkan tingginya minat masyarakat menjadi bukti bahwa Kabupaten Sintang layak memiliki kantor imigrasi sendiri.

“Berdasarkan data kami, sekitar 80 persen pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Sanggau berasal dari masyarakat Kabupaten Sintang. Harapan kami, ke depan bukan hanya ada layanan di MPP, tetapi juga berdiri Kantor Imigrasi di Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 terdapat sekitar 2.000 permohonan paspor dari warga Sintang. Menurutnya, keberadaan kantor imigrasi akan menghemat biaya dan waktu masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah.

Untung juga menyebut dari sekitar 100 hingga 150 usulan pembentukan kantor imigrasi di Indonesia, hanya 26 yang mendapat persetujuan pemerintah pusat. Karena itu, ia berharap Sintang menjadi salah satu daerah yang memperoleh kesempatan tersebut.

Sementara itu, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyambut baik kehadiran Paspor Ceria dan Klinik Investasi sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kita tidak bisa hanya meminta kantor imigrasi berdiri di Sintang, tetapi seluruh persyaratan yang diminta pemerintah pusat juga harus kita penuhi. Karena itu saya minta seluruh jajaran terus mempersiapkannya,” tegas Bala.

Menurutnya, kehadiran layanan keimigrasian di Sintang akan memberikan penghematan yang besar bagi masyarakat yang selama ini harus bolak-balik ke Sanggau untuk mengurus paspor.

Bupati juga berharap Klinik Investasi mampu menjadi pusat konsultasi yang profesional bagi para pelaku usaha sehingga proses perizinan menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan.

“Karena ini pelayanan satu pintu, harapan kami semua urusan masyarakat bisa selesai di sini. Mudah-mudahan pelayanan paspor maupun investasi benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat Kabupaten Sintang,” pungkasnya.

Acara berlangsung meriah sejak pagi. Setelah senam bersama, panitia membagikan berbagai doorprize yang didukung sejumlah perbankan, koperasi kredit, serta mitra MPP. Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, Bupati Gregorius Herkulanus Bala turut memberikan hadiah tambahan berupa uang tunai kepada dua peserta yang beruntung, sebelum kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah utama.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *