Lindra Ingatkan Siswa Ke Sekolah, Agar Tidak Membawa Lato-Lato

Diposting pada

Sintang | Pojokkalbar.com-
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Lindra Azmar wanti-wanti kepada para orang tua dan pihak sekolah untuk tidak memperbolehkan siswa membawa permainan lato-lato ke sekolah agar siswa fokus belajar.

Imbauan tersebut bukan tanpa alasan, lantaran sudah banyak korban anak-anak akibat permainan lato-lato yang terjadi dia mencontohkan kejadian di kabupaten Kubu Raya dan di Sintang Kota.

“Meskipun Lato-lato ini dapat mengalihkan perhatian anak terhadap gadget tetapi juga membahayakan bagi si anak, sebab itu sudah banyak makan korban contohnya di kabupaten Kubu Raya belum lama ini hingga cidera matanya karena lato-lato, dan di SDN 5 Sintang ada dua siswa tangannya bengkak akibat lato-lato,” Tegasnya.

Sebenarnya kata Lindra, dia juga pernah main lato-lato dan diakuinya bahwa permainan tradisional tersebut permainan dia masa itu, boleh dimainkan diluar sekolah tetapi harus ada pendampingan dari orang tua.

“Saya juga main lato-lato waktu kecil, hanya saja saya mengimbau kepada orang tua dan sekolah untuk melarang anak ke sekolah membawa lato-lato karena tugas siswa belajar jangan tinggalkan belajar karena lato-lato,” Imbaunya.

Sementara belum lama ini ada dua siswa di SDN 5 Sintang yang lengannya bengkak dan lebam akibat bermain lato-lato sebab itu pihak sekolah langsung ambil kebijakan melarang siswanya kesekolah membawa lato-lato.

Dikonfirmasi Pojokkalbar.com
Kepala Sekolah SDN 5 Sintang Sukanto membenarkan hal tersebut, bahwa ada dua siswanya korban permainan lato-lato hingga lengan tangan dua siswa tersebut bengkak, sebab itu langsung melarang siswa ke sekolah membawa lato-lato.

“Iya benar ada dua siswa kami yang bermain lato-lato sampai lengan tanganya bengkak dan lebam, maka saat ini kami larang siswa ke sekolah membawa lato-lato agar mereka fokus belajar, ” Kata Sukanto.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *