Kusnidar : Daging Beku Baiknya Kembali ditangani Bulog

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-

Pemerintah daerah menilai distribusi daging beku perlu kembali ditangani oleh Perum Bulog agar penyalurannya lebih terkontrol dan tepat sasaran, khususnya untuk menjaga stabilitas harga daging menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.

 

Plt.Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Sintang Kusnidar menjelaskan, sebelumnya distribusi daging beku memang ditangani oleh Bulog. Namun dalam beberapa waktu terakhir, penyaluran tidak lagi dilakukan oleh Bulog dan dialihkan ke pihak lain. Kondisi ini membuat pengawasan di daerah menjadi kurang optimal.

 

“Awalnya daging beku ini memang ditangani Bulog. Tapi beberapa waktu terakhir bukan Bulog lagi yang menyalurkan. Kita juga kurang tahu alasan dari pusat,” ujarnya.pada Pojokkalbar.com, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, keberadaan daging beku sangat penting sebagai penyeimbang harga daging sapi segar, terutama ketika terjadi lonjakan harga menjelang hari raya. Namun di lapangan sempat ditemukan distribusi yang dinilai kurang terkontrol.

Bahkan, ada indikasi penjualan yang tidak sesuai ketentuan. Padahal daging beku tersebut merupakan program pemerintah yang mendapat subsidi sehingga harus menggunakan label resmi pemerintah dan dijual sesuai aturan.

“Harusnya tetap menggunakan tag pemerintah karena itu program subsidi. Tapi kemarin seperti ada yang tidak terkontrol. Makanya kita sarankan lebih baik Bulog yang menangani lagi,” jelasnya.

Pemerintah daerah berharap pada tahun depan distribusi daging beku dapat kembali dikelola oleh Bulog agar pengawasan lebih jelas dan penyalurannya tepat sasaran kepada masyarakat.

Selain itu, langkah tersebut juga dinilai penting untuk menahan lonjakan harga daging sapi yang biasanya meningkat tajam menjelang hari raya.

Sementara itu, pemerintah daerah melalui OPD terkait terus melakukan pemantauan harga pangan setiap minggu. Hasil pemantauan tersebut juga dilaporkan secara rutin kepada pemerintah provinsi.

Dari hasil monitoring terbaru, harga daging memang mengalami kenaikan, namun dinilai masih dalam batas yang tidak terlalu signifikan.

“Memang ada kenaikan, tapi tidak sampai dua kali lipat seperti yang sempat diberitakan. Harganya masih di atas standar, tetapi masyarakat masih bisa membeli meskipun mungkin terbatas,” katanya.

Pemantauan harga ini akan terus dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga di pasaran.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *