SINTANG | Pojokkalbar.com-
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, membuka Lomba Spelling Bee tingkat SD/MI yang diselenggarakan SMP Karya Bangsa Sintang, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMP-SMK Karya Bangsa tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris sekaligus membangun keberanian dan rasa percaya diri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Owner Yayasan Harapan Karya Bangsa sekaligus Owner My Home Group, Andreas, Kepala SMP Karya Bangsa, Kepala SMK Karya Bangsa, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, perwakilan perbankan, pengurus yayasan, peserta lomba, serta para orang tua.
Dalam sambutannya, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyambut baik penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, lomba Spelling Bee bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana peserta berani memulai dan mencoba menggunakan bahasa Inggris.
“Lomba ini bukan bicara menang dan kalah. Ini bicara siapa yang mulai memberanikan diri. Bahasa Inggris ini sesungguhnya semua kita bisa, kecuali kita bisu. Yang membuat kita merasa tidak bisa adalah karena kita tidak berani memulai,” ujarnya.
Ia mengatakan, kunci menguasai bahasa asing adalah keberanian untuk mendengar, mencoba mengucapkan, serta tidak takut melakukan kesalahan.
Menurutnya, banyak orang merasa tidak mampu berbahasa Inggris karena takut salah ketika berbicara. Padahal, kesalahan merupakan bagian dari proses belajar hingga seseorang terbiasa menggunakan bahasa tersebut.
Bala bahkan menceritakan pengalamannya ketika mencalonkan diri sebagai Bupati Sintang. Saat itu, banyak orang mempertanyakan kemampuannya dalam berbahasa Inggris.
“Saya bilang, kalian belikan saya tiket, kirim saya ke Eropa. Kalau saya bisa pulang, berarti saya bisa bahasa Inggris. Tapi tidak ada yang berani membelikan saya tiket,” ujarnya disambut suasana hangat.
Ia juga mengakui belum terlalu fasih berbahasa Inggris, tetapi tetap berusaha menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Pengalaman kunjungannya ke Brasil tahun lalu menjadi salah satu pengalaman yang membuatnya semakin yakin bahwa keberanian untuk mencoba sangat penting.
Karena itu, Bala berpesan agar orang tua maupun guru tidak meremehkan anak-anak yang mulai berani berbicara menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Sebaliknya, mereka harus memberikan dukungan dan dorongan agar kemampuan anak terus berkembang.
“Jangan pernah meremehkan anak kalau dia mulai berani berucap dalam bahasa Inggris atau bahasa asing. Justru kita harus mendukung mereka,” pesannya.
Ia juga berharap kompetisi serupa tidak hanya dilaksanakan di SMP Karya Bangsa, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sintang.
Bala meyakini, kemampuan berbahasa Inggris dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk menjelajahi dunia dan memperluas wawasan.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar tidak berkecil hati apabila belum berhasil meraih juara. Sebab, keberanian mengikuti perlombaan dan tampil di hadapan banyak orang merupakan sebuah pencapaian tersendiri.
“Yang namanya lomba tentu ada kalah dan menang, ada juara satu, juara dua, dan juara tiga. Tetapi ketika datang ke sini, kalian semua sudah juara. Kalian sudah mengalahkan ketakutan kalian. Ini yang paling penting,” tegasnya.
Ia berharap pembelajaran bahasa Inggris ke depan tidak hanya sebatas teori di dalam kelas, tetapi juga diimbangi dengan praktik agar peserta didik semakin terbiasa dan percaya diri menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.(red)



