183 CPNS Sintang Ikuti Latsar, Aktualisasi Jadi Komponen Penilaian Terbesar

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-
Sebanyak 183 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang dilaksanakan sejak 20 Juli 2026.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang, Maryadi, mengatakan, pelaksanaan Latsar tersebut dibagi dalam lima angkatan. Setiap angkatan kemudian dibagi lagi menjadi lima kelompok.

Menurut Maryadi, Latsar CPNS merupakan tahapan penting dalam membentuk karakter, kompetensi, serta profesionalisme calon aparatur sipil negara (ASN) sebelum menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Latsar CPNS dilakukan melalui beberapa tahapan pembelajaran yang terintegrasi, mulai dari pembelajaran mandiri, pembelajaran jarak jauh, aktualisasi di tempat kerja hingga pembelajaran klasikal atau tatap muka.

Tahap pertama adalah pembelajaran mandiri melalui Massive Open Online Course (MOOC) menggunakan platform e-learning nasional. Pada tahap ini, peserta mempelajari konsep dasar nilai-nilai ASN serta sistem birokrasi pemerintahan.

Selanjutnya, peserta mengikuti tahapan distance learning atau pembelajaran jarak jauh secara daring. Prosesnya terdiri dari pembelajaran sinkronus melalui pertemuan virtual untuk diskusi, bimbingan dan pengarahan, serta pembelajaran asinkronus berupa pengerjaan tugas secara mandiri maupun kelompok.

“Pada tahapan ini, peserta juga menyusun rancangan proyek aktualisasi yang nantinya akan diterapkan di unit kerja masing-masing, kemudian dipresentasikan melalui seminar rancangan aktualisasi,” jelasnya pada Pojokkalbar.com, Selasa (3/11/2026).

Tahapan berikutnya adalah aktualisasi atau habituasi di tempat kerja. Peserta kembali ke instansi masing-masing untuk mempraktikkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, Manajemen ASN dan Smart ASN dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dalam tahapan tersebut, peserta dituntut mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan nyata yang ditemukan di lingkungan kerja melalui kegiatan aktualisasi. Hasil pelaksanaan kegiatan kemudian dituangkan dalam laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Sementara itu, tahap akhir adalah pembelajaran klasikal atau tatap muka di lembaga penyelenggara pelatihan. Materi yang diberikan mencakup penguatan karakter, bela negara, kedisiplinan, serta seminar atau presentasi laporan akhir aktualisasi.

Maryadi menjelaskan, keberhasilan peserta dalam mengikuti Latsar juga ditentukan melalui sejumlah komponen penilaian.

Komponen aktualisasi menjadi penilaian terbesar dengan bobot 50 persen. Kemudian penilaian akademis sebesar 20 persen, sikap dan perilaku 15 persen, serta kompetensi teknis bidang tugas sebesar 15 persen.

Menurutnya, besarnya bobot penilaian aktualisasi menunjukkan pentingnya kemampuan peserta menerapkan ilmu dan nilai-nilai dasar ASN dalam pekerjaan nyata.

Melalui Latsar ini, diharapkan seluruh CPNS Kabupaten Sintang tidak hanya memahami tugas dan fungsi sebagai aparatur pemerintah, tetapi juga mampu menunjukkan integritas, kedisiplinan, profesionalisme, serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *