AMBALAU MEMANAS! Gas 3 Kg dan Pertalite Langka, Warga Kepung Kantor Camat

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-
Amarah warga Kecamatan Ambalau akhirnya meledak. Kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram dan BBM jenis Pertalite yang tak kunjung teratasi memicu aksi demonstrasi terbuka di depan Kantor Camat Ambalau, Kamis (8/1/2026).

Aksi tersebut menjadi sinyal keras bahwa krisis energi di wilayah pedalaman ini telah mencapai titik nadir. Warga menilai pemerintah dan pihak terkait gagal menjamin kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bahan bakar rumah tangga dan transportasi.

Dalam aksi tersebut, Camat Ambalau tidak hadir langsung dan hanya diwakili Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Aparat keamanan tampak berjaga, terdiri dari 7 personel Polsek Ambalau, 2 Babinsa Koramil Ambalau, serta 2 anggota Satpol PP. Sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama turut menyuarakan keresahan warga.

Aksi massa dikoordinatori Yosef Obeng, selaku penanggung jawab, dengan Antonius Junas sebagai koordinator lapangan.

Warga Terpaksa Kembali ke Zaman Kayu Bakar

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi mendesak pemerintah segera menjamin ketersediaan Gas Elpiji 3 Kg dan menindak tegas oknum-oknum nakal yang diduga bermain dalam distribusi hingga harga melambung jauh di atas batas kewajaran.

Kelangkaan ini, menurut warga, telah memaksa banyak rumah tangga kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak.

“Ini bukan sekadar kelangkaan, tapi kemunduran kesejahteraan. Negara seolah absen,” teriak salah satu orator.

Transportasi Air Lumpuh Total

Tak hanya gas, kelangkaan Pertalite dinilai jauh lebih fatal. BBM yang menjadi urat nadi transportasi air di Ambalau nyaris tak tersedia. Akibatnya, mobilitas masyarakat lumpuh.

Dampaknya merembet ke berbagai sektor:

Pelajar terhambat kembali ke sekolah,

Warga sakit kesulitan berobat,

Biaya transportasi melonjak tajam,

Aktivitas ekonomi tersendat total.

Ambalau yang bergantung penuh pada jalur sungai kini seperti terisolasi oleh krisis energi.

Tuntutan Tegas: Tambah Kuota, Awasi Distribusi

Massa aksi secara tegas menuntut penambahan kuota Elpiji 3 Kg dan BBM Pertalite khusus bagi pangkalan resmi di Kecamatan Ambalau. Mereka juga meminta jaminan distribusi benar-benar sampai dan merata, bukan hanya tercatat di atas kertas.

Warga memperingatkan, jika tuntutan ini kembali diabaikan, aksi lanjutan dengan skala lebih besar siap digelar.

Kelangkaan energi di Ambalau kini bukan lagi isu teknis, melainkan potret kegagalan tata kelola distribusi yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *