SINTANG | Pojokkalbar.com-
Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mendapat perhatian Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala.
Antrean kendaraan yang mengular tidak hanya menyulitkan masyarakat mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Bupati Sintang berharap pengelola SPBU bersama pihak Pertamina dapat meningkatkan koordinasi, khususnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait jadwal kedatangan pasokan BBM.
Menurutnya, informasi yang jelas mengenai waktu BBM tiba di SPBU akan membantu masyarakat mengatur waktu sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama di lokasi.
“Saya berharap pemilik SPBU sama orang Pertamina untuk koordinasi. Bila perlu mereka memberikan informasi, ada tulisan minyak akan datang jam sekian, jam sekian,” ujar Bupati Sintang. Pada Selasa,(18/8/2026).
Dengan adanya informasi tersebut, kata dia, pemilik kendaraan dapat memperkirakan waktu untuk datang mengisi BBM dan tidak menumpuk di SPBU.
“Jadi biar pemilik mobil juga enggak nunggu,” katanya.
Bupati menilai langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya antrean kendaraan yang terlalu panjang, terlebih apabila antrean sampai meluber ke badan jalan.
“Supaya nggak terjadi antrean panjang dan mengganggu lalu lintas,” tegasnya.
Ia berharap pengelola SPBU dan Pertamina dapat bersama-sama mencari solusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.
Bupati menekankan, komunikasi dan keterbukaan informasi mengenai pasokan BBM menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi kepadatan antrean kendaraan di SPBU.
Antrean panjang diketahui terjadi di sejumlah SPBU, baik yang berada di jalur lintasan maupun di kawasan dalam Kota Sintang.(red)



