Korem 121/Abw Gelar Baksos Operasi Bibir Sumbing, Gandeng Smile Train dan HSR RSPAD Gatot Soebroto

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-
Korem 121/Alambhana Wanawwai (Abw) menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Korem 121/Abw bersama Smile Train Indonesia dan HSR RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.di Rumah Sakit Tingkat IV Pratama Sintang milik Detasemen Kesehatan Wilayah TNI Angkatan Darat pada Selasa,(18/8/2026). Wilayah Kodam XII/Tpr.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat yang dilaksanakan di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Sintang, Sanggau dan Bengkayang.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua dan Tim Smile Train Jakarta Mayjen (Purn) dr. Budiman Mayjen (Purn) dr. Asrofi Surachman, Kasrem 121 Alambhana Wanawai Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, Komandan Denkesyah (Dandenkesyah) Letkol Ckm. Cipto Danu Susilo Maruto, Dandim 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono.Unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, Para Dokter, Tenaga Kesehatan, Panitia, Para Orang Tua dan Keluarga Pasien.

Dalam kegiatan di Sintang, sebanyak 32 pasien dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan penanganan setelah melalui proses verifikasi dan pemeriksaan medis.

Kasrem: Bukan Sekadar Operasi, Tapi Kembalikan Kepercayaan Diri

Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini mengalami persoalan bibir sumbing dan celah langit-langit.

Menurutnya, pelaksanaan operasi tidak dilakukan secara serta-merta. Pasien terlebih dahulu harus melalui proses pendataan, pemeriksaan dan verifikasi untuk memastikan kondisi mereka memenuhi persyaratan medis.

“Untuk saat ini ada 32 pasien yang bisa kita tangani. Tentunya semua melalui proses verifikasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan apabila jumlah pasien telah terdata dan terkumpul, sehingga tim medis dapat dimobilisasi ke daerah.

Bupati: Dampaknya Tak Bisa Dinilai dengan Angka

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengapresiasi kolaborasi TNI, Smile Train dan tim medis dalam memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat.

Menurutnya, bagi masyarakat yang tidak mengalami bibir sumbing, persoalan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi anak-anak yang mengalaminya, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kemampuan berbicara, pergaulan hingga kepercayaan diri.

“Mereka bisa merasa minder, tidak percaya diri. Bahkan ada huruf atau kata-kata tertentu yang sulit diucapkan,” kata Bupati.

Karena itu, menurutnya, operasi bibir sumbing bukan sekadar tindakan medis, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masa depan anak.

“Hal ini tidak bisa dilihat dan tidak bisa dinilai dengan angka. Tetapi dampaknya bagi kehidupan mereka sangat besar,” ujarnya.

Bupati juga mendorong pemerintah desa dan jajaran kesehatan untuk aktif mendata masyarakat yang memiliki kondisi bibir sumbing agar dapat segera memperoleh penanganan.

Smile Train: 125 Ribu Operasi di Indonesia

Deasy Larasati, Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia, menjelaskan bahwa Smile Train merupakan organisasi amal internasional yang berdiri sejak 1999 dan telah hadir di 85 negara.

Di Indonesia, Smile Train mulai beroperasi sejak 2002 dan hingga Maret 2026 telah membantu pelaksanaan lebih dari 125 ribu operasi bibir sumbing dan celah langit-langit bagi anak-anak Indonesia.

Smile Train saat ini bermitra dengan lebih dari 180 dokter di Indonesia, khususnya dokter spesialis bedah plastik.

Deasy mengatakan, kerja sama dengan TNI AD telah berlangsung sejak 2014. Dalam pelaksanaannya, Babinsa turut membantu menemukan dan menghimpun data masyarakat yang membutuhkan operasi.

“Setiap bulan Smile Train Indonesia menerima sekitar 800 permohonan bantuan operasi dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat dan media ikut membantu menyebarluaskan informasi agar semakin banyak keluarga mengetahui adanya program operasi gratis tersebut.

“Anak-anak Indonesia sangat menantikan kehadiran kita untuk sama-sama mewujudkan impian mereka,” katanya.

Tim Medis RSPAD: Penanganan Dilakukan Bertahap

Ketua tim medis, Mayjen Purn TNI Dr. dr. Asrofi Sueb, bersama Mayjen Purn TNI dr. Budiman, Sp.BP-RE(K), MARS, MH, menjelaskan bahwa pasien bibir sumbing tidak hanya membutuhkan operasi pada bagian bibir.

Pada sejumlah pasien, kondisi sumbing juga dapat terjadi pada gusi dan langit-langit mulut sehingga penanganannya dilakukan secara bertahap.

Operasi bibir sumbing idealnya dilakukan sejak usia dini dengan mempertimbangkan berat badan dan kondisi kesehatan pasien. Sementara operasi celah langit-langit dilakukan pada tahap berikutnya sesuai kondisi dan perkembangan pasien.

Karena itu, pasien yang sudah menjalani operasi bibir sumbing diharapkan tetap mendapatkan pemantauan agar dapat memperoleh penanganan lanjutan apabila diperlukan.

Selain operasi, Smile Train juga memiliki program lanjutan berupa terapi bicara atau speech therapy, edukasi serta pendampingan nutrisi.

Tim medis juga menekankan pentingnya kondisi gizi pasien. Dalam kegiatan tersebut, terdapat pasien yang operasinya harus ditunda karena berat badan belum memenuhi persyaratan medis.

Paulus Mayung: Hanya Tuhan yang Bisa Membalas

Sementara itu, perwakilan keluarga pasien, Paulus Mayung, menyampaikan terima kasih kepada Korem 121/Abw, Smile Train dan seluruh tenaga medis yang telah memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat.

Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat berarti terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Mewakili para orang tua, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Komandan Korem 121/Abw yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Paulus, keluarga pasien tidak mampu membalas seluruh kebaikan dan bantuan yang telah diberikan.

“Kami tidak bisa membantu, tidak bisa membalas budi baik Bapak dan Ibu semua. Hanya Tuhan yang bisa membalas semuanya,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut terus memberikan keberkahan bagi semua pihak, khususnya TNI dan Smile Train.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan kepada kita semua. Jaya dan sukses selalu untuk TNI dan Smile Train,” pungkasnya.

Baksos operasi bibir sumbing dan celah langit-langit ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kali ini. Sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, Smile Train dan tenaga medis menjadi pintu bagi masyarakat di daerah untuk mendapatkan akses penanganan secara gratis, sekaligus membuka harapan baru bagi anak-anak untuk tumbuh sehat dan lebih percaya diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *