SINTANG | Pojokkalbar.com-
Ratusan umat Islam memadati Masjid Al-Amin Sintang pada Jumat (29/5/2026) malam untuk mengikuti Takbir Akbar dalam rangka menjalin ukhuwah islamiyah di Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan yang digelar oleh ICMI Organisasi Daerah Kabupaten Sintang dan BKPUI Kabupaten Sintang tersebut tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga membawa pesan persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Orda Sintang Kurniawan menjelaskan bahwa Takbir Akbar merupakan hasil kolaborasi berbagai organisasi dan elemen umat Islam di Kabupaten Sintang, seperti MUI, DMI, FKD, BKMT, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya.
Menurutnya, sekitar 500 jamaah hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan salat magrib berjamaah, dilanjutkan takbir bersama selama hampir 30 menit, salat isya berjamaah, sambutan, dan ditutup dengan makan bersama.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah dan persaudaraan umat, serta menumbuhkan semangat berbagi dalam momentum Hari Raya Iduladha,” kata Kurniawan.
Ia menilai kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak elemen masyarakat menjadi sarana efektif untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Kita ingin membawa pesan toleransi dan mencegah hal-hal yang dapat meretakkan hubungan sosial di tengah masyarakat. Dengan berkumpul seperti ini, kita bisa saling mengenal, berbagi informasi, dan menjaga kondisi daerah tetap kondusif,” ujarnya.
Kurniawan berharap Takbir Akbar dapat menjadi agenda rutin tahunan dengan cakupan yang lebih besar. Bahkan, ia menargetkan jumlah peserta dapat meningkat hingga mencapai 1.000 sampai 2.000 orang pada pelaksanaan mendatang.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Helmi, yang hadir mewakili Bupati Sintang, menyampaikan apresiasi kepada ICMI Orda Kabupaten Sintang dan BKPUI Kabupaten Sintang atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Helmi, malam takbiran merupakan malam penuh kemuliaan karena kumandang takbir, tahmid, dan tahlil bukan hanya menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempererat persaudaraan.
“Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah,” katanya.
Ia menambahkan semangat berkurban tidak cukup dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial, semangat berbagi, saling membantu, dan memperkuat gotong royong.
Helmi juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk terus menjaga keamanan dan kedamaian daerah dengan merawat toleransi yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Sintang.
“Perbedaan jangan menjadi pemisah, tetapi menjadi kekayaan yang mempererat persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa. Mari kita jaga Kabupaten Sintang tetap aman, damai, dan harmonis,” ujarnya.
Takbir Akbar Iduladha 1447 Hijriah tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi wadah syiar Islam, kegiatan itu juga menjadi ruang silaturahmi bagi umat Islam di Kabupaten Sintang untuk memperkuat solidaritas sosial dan mempererat persaudaraan antarsesama.(red)



