SINTANG | Pojokkalbar.com-
Desakan masyarakat terkait kelanjutan pembangunan jembatan ketungau II di wilayah Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, semakin menguat. Bahkan warga mengancam akan melakukan aksi lanjutan jika tidak ada kepastian waktu pelaksanaan dari pemerintah.
Koordinator Lapangan Aliansi Peduli Rakyat Seberang (PERANG), Yadi, menegaskan bahwa masyarakat hanya menginginkan kepastian, bukan sekadar janji.
“Kami minta kepastian waktu. Misalnya satu minggu, dua minggu, atau tiga minggu ke depan mulai dikerjakan. Supaya kami bisa sampaikan ke masyarakat,” ujarnya pada Aksinya Senin,(13/4/2026) dihalaman Kantor Camat Ketungau Tengah.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada titik terang terkait kelanjutan pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di wilayah seberang.
“Yang kami tangkap, belum ada kejelasan kapan mau dikerjakan. Itu yang membuat masyarakat resah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan, jika dalam waktu satu bulan ke depan jembatan ketungau II belum bisa digunakan, maka pihaknya akan melanjutkan aksi.
“Kalau dalam satu bulan belum bisa dilewati, kami akan lanjut aksi. Bahkan kantor camat akan kami segel,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Camat Ketungau Tengah Markarius turut memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah, serta memastikan aspirasi warga diteruskan.
Sementara itu, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, melalui video call menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah bergerak cepat menyiapkan solusi darurat.
Ia menjelaskan, pada hari yang sama tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah mulai menyusun desain abutment jembatan
“Hari ini kawan-kawan dari PU sudah mulai menggambar. Kita hitung panjangnya, kemiringannya, supaya aman dilalui motor,” jelasnya.
Menurut Bupati, desain tersebut ditargetkan selesai dalam waktu singkat sebelum dilanjutkan dengan koordinasi bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Dalam satu dua hari ini kita komunikasi dengan perusahaan. Kita panggil mereka untuk berpartisipasi,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan abutment jembatan menjadi solusi tercepat mengingat keterbatasan penggunaan anggaran pemerintah yang harus melalui prosedur.
“Kalau pakai anggaran pemerintah, sekecil apa pun tidak bisa mendadak. Jadi kita dorong lewat kolaborasi dengan perusahaan,” ujarnya.
Meski demikian, Bupati enggan memberikan tanggal pasti sebelum seluruh tahapan komunikasi selesai.
“Saya tidak mau menyebut tanggal dan jam pasti. Saya tidak mau memberikan janji yang belum tentu bisa dipenuhi,” tegasnya.
Namun ia memastikan progres akan terus berjalan dan dalam waktu dekat sudah bisa terlihat oleh masyarakat.
“Dalam minggu ini gambar selesai. Setelah itu kita komunikasikan dengan perusahaan. Kita usahakan secepat mungkin,” tambahnya.
Bupati juga meminta masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan.
“Ini bukan kepentingan pemerintah semata, ini kebutuhan masyarakat. Kita harap semua pihak bisa memahami dan bekerja sama,” pungkasnya.



