SINTANG | Pojokkalbar.com-
Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang Muhammad Masshaumi
Pernyataan Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang tentang Kompetisi Spelling Bee
Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang mengapresiasi dan mendukung penuh penyelenggaraan kompetisi Spelling Bee sebagai salah satu upaya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peserta didik sejak usia dini.
Muhammad Masshaumi, mengatakan, pembelajaran bahasa Inggris perlu diperkenalkan sedini mungkin agar siswa terbiasa mengucapkan, memahami, dan menggunakan kosakata bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kegiatan seperti Spelling Bee menjadi wadah positif untuk membangun kebiasaan sekaligus meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris.
“Pada prinsipnya, kami dari Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Spelling Bee Competition ini. Pembelajaran bahasa Inggris memang seharusnya dilakukan sedini mungkin untuk membiasakan para siswa mengucapkan dan menggunakan kosakata bahasa Inggris,” ujarnya. Pada Pojokkalbar.com, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, pentingnya penguasaan bahasa Inggris semakin relevan seiring perkembangan zaman. Terlebih, mulai tahun ajaran 2027/2028, bahasa Inggris akan ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib pada jenjang sekolah dasar (SD), yang sebelumnya berstatus sebagai mata pelajaran pilihan.
Dengan kebijakan tersebut, bahasa Inggris akan menjadi salah satu mata pelajaran wajib yang harus dikuasai peserta didik, sejajar dengan mata pelajaran wajib lainnya.
Lebih lanjut, Kasih Muhammad Masaumi menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris sangat penting di tengah perkembangan digitalisasi dan globalisasi yang membuat akses informasi dari berbagai belahan dunia semakin terbuka.
Menurutnya, sebagian besar sumber pengetahuan, jurnal, buku, hingga berbagai informasi internasional menggunakan bahasa Inggris. Karena itu, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu kunci bagi generasi muda untuk memperluas wawasan dan mengakses ilmu pengetahuan.
“Saat ini kita sudah memasuki era digitalisasi dan globalisasi, di mana dunia seolah-olah berada dalam genggaman. Hampir seluruh informasi dari berbagai belahan dunia dapat kita akses, dan sebagian besar menggunakan bahasa Inggris,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan berbahasa Inggris akan membantu peserta didik membuka akses terhadap berbagai sumber pengetahuan sekaligus memperluas wawasan mereka dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Bahasa Inggris sangat penting karena menjadi salah satu sarana bagi kita untuk membuka wawasan dan membuka jendela dunia,” pungkasnya.(red)



