Tim Mabes TNI Edukasi Warga dua Desa di Sepauk Cegah Karhutla

Diposting pada

SINTANG | Pojokkalbar.com-
Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Kabupaten Sintang dan sekitarnya, Tim Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI terus bergerak memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kali ini, penyuluhan menyasar warga Desa Nanga Layung dan Desa Sekujam Timbai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Nanga Layung mulai pukul 09.30 hingga 11.00 WIB tersebut dipimpin Tim Penyuluh Mabes TNI, Kolonel Laut (KH) Tulus Suswandi, bersama Mayor Cba Agus BS.

Penyuluhan diikuti sekitar 29 peserta yang terdiri dari Kepala Desa Nanga Layung Eric, Kepala Desa Sekujam Timbai Fransiskus Unan, Danramil Sepauk Peltu Yohanes, perangkat kedua desa, Ketua BPD, Babinsa pendamping Serka Sugianto, tokoh adat, tokoh agama serta masyarakat.

Kolonel Laut (KH) Tulus Suswandi menegaskan, pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam. Peran masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah api sejak awal.

“Karhutla ini bukan hanya persoalan pemerintah atau aparat. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar,” ujar Tulus.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api sangat mudah menyebar. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kalau ada api sekecil apa pun, jangan dianggap sepele. Dalam kondisi seperti sekarang, api bisa dengan cepat membesar dan menyebar ke lahan lainnya. Lebih baik kita cegah sebelum terjadi,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan cara-cara yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam mengelola lahan.

Tim Mabes TNI berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi diteruskan kepada keluarga dan masyarakat lainnya di masing-masing desa.

Dengan demikian, kesadaran bersama untuk menjaga lahan dari ancaman Karhutla dapat semakin kuat, terutama di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sintang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *