SINTANG | Pojokkalbar com
Sebanyak 22 butir peluru hampa dan 1 peluru aktif ditemukan di area belakang rumah dinas Camat Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Temuan tersebut terjadi setelah salah satu staf kecamatan membakar sampah di sekitar lokasi pada Rabu (24/9/2025) sore.

Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 17.00 WIB terdengar suara ledakan saat ia sedang membersihkan area belakang rumah dinas, setelah diperiksa, ditemukan sejumlah butir peluru di lokasi kejadian.
“Satu peluru sempat meledak karena terbakar,” ujar staf yang tak mau disebutkan namanya kepada pihak kepolisian.
Saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat dan Batalyon C pada Senin (29/9/2025), saat personel Polsek Sungai Tebelian datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan 22 butir peluru hampa kaliber 5,56 mm, terdiri dari 21 butir dalam kondisi utuh dan 1 butir telah meledak.
Peluru Tambahan Ditemukan
Menindaklanjuti temuan tersebut, Polsek Sungai Tebelian segera melaporkan ke Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalbar di Sintang. Sebanyak empat personel Komposit Gegana yang dipimpin Brigpol Gio F.M. kemudian dikerahkan ke lokasi untuk pengamanan dan sterilisasi.
Serah terima temuan peluru dilakukan di Polsek Sungai Tebelian. Selanjutnya, Tim Gegana melaksanakan sterilisasi lanjutan di Kantor Camat Sungai Tebelian, tepat di lokasi penemuan awal.
Dari proses sterilisasi tersebut, petugas kembali menemukan 1 butir peluru hampa tambahan, sehingga total menjadi 23 butir peluru.
Berdasarkan keterangan staf tersebut, bangunan rumah dinas Camat Sungai Tebelian tersebut telah berdiri selama lebih dari 20 tahun dan sebelumnya tidak dihuni. Bangunan itu sempat dijadikan gudang, sebelum akhirnya dibersihkan dan ditempati oleh staf tersebut dan untuk istirahat staf-staf lainya saat istirahat siang.
Sementara itu Komandan Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Kalbar Kompol Mujiono yang dihubungi media ini membenarkan atas peristiwa tersebut dan sudah melakukan pengamanan dan penanganan.
“Iya benar ada penemuan amunisi, Kita sudah melakukan pengamanan dan penanganan,” tegasnya.
Hingga kini, belum diketahui asal usul peluru-peluru tersebut. Aparat kepolisian dan tim penjinak bom masih melakukan pendalaman dan analisis lebih lanjut.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan bila menemukan benda mencurigakan di lingkungan sekitar.(red)



