SINTANG | Pojokkalbar.com-
Musibah kebakaran yang menghanguskan tiga unit rumah di Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, mengetuk kepedulian Gerakan Pramuka.
Hanya dalam beberapa hari, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sintang bersama Pramuka Peduli menggalang Lumbung Kemanusiaan melalui aksi open donasi untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Gerakan pengumpulan bantuan tersebut berlangsung pada 16 hingga 18 September 2026.
Hasilnya, bantuan yang berhasil dihimpun berupa uang tunai Rp43 juta serta lima dus pakaian, baik pakaian layak pakai maupun pakaian baru.
Bantuan tersebut kemudian diserahkan kepada tiga keluarga korban kebakaran di Kelurahan Kapuas Kanan Hilir pada Kamis, 24 September 2026.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sintang, Ferry Kurniadi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian Pramuka terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Menurutnya, gerakan kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus hadir ketika masyarakat benar-benar membutuhkan uluran tangan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian Gerakan Pramuka kepada masyarakat yang terkena musibah. Bantuan ini berasal dari Lumbung Kemanusiaan atau open donasi yang kami lakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kak Misnari selaku pihak yang mengoordinasikan kegiatan open donasi mengatakan, bantuan yang terkumpul merupakan hasil gotong royong dan kepedulian berbagai pihak.
Dana yang terkumpul selanjutnya disalurkan kepada para korban sebagai bentuk dukungan agar mereka dapat sedikit demi sedikit bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Aksi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata pengamalan Dasa Darma Pramuka, khususnya nilai “Rela Menolong dan Tabah.”
Di tengah kepedihan para korban yang kehilangan rumah, bantuan tersebut diharapkan menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.
Rp43 juta dan lima dus pakaian yang diserahkan mungkin tidak dapat mengembalikan rumah yang telah terbakar. Namun, bantuan itu menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
Gerakan Pramuka Sintang berharap bantuan tersebut dapat memberikan sedikit ruang bagi para korban untuk kembali menata kehidupan setelah musibah yang mereka alami.(red)



